Bandung –
Pemerintah Kabupaten Bandung Barat masih menanti kejelasan soal 24 warga korban longsor Kampung Pasir Kuning dan Pasir Kuda, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB).
Pemerintah daerah sendiri melaporkan total ada 80 warga yang jadi korban dalam bencana longsor pada Sabtu (24/1/2026). Sampai saat ini, nasib 24 warga itu masih belum jelas menanti hasil identifikasi tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jawa Barat.
“Jadi kami melaporkan 80 warga yang jadi korban, sampai akhir masa pencarian ini, baru 56 orang yang teridentifikasi dan sudah jelas identitasnya. 24 lagi belum ditemukan atau belum teridentifikasi,” kata Incident Commander (IC) longsor Cisarua, Ade Zakir Hasyim, Jumat (6/2/2026).
Secara akumulasi, tim SAR gabungan sudah menemukan dan mengevaluasi 94 bodypack sejak hari pertama kejadian. Dari jumlah tersebut, 74 bodypack dari 77 bodypack sudah teridentifikasi oleh tim DVI.
“Kalau dari angka itu, sebanyak 17 masih dalam tahap identifikasi lanjutan oleh tim DVI Polri. Kemungkinan masih ada yang memang belum ditemukan korbannya,” kata Ade Zakir.
Sementara itu, SAR Mission Coordinator (SMC), Ade Dian Permana menyebut operasi pencarian terhadap korban tertimbun masih terus dilaksanakan dalam masa transisi dari tanggap darurat menuju pemulihan dengan pola operasi SAR terbatas.
“Memasuki masa pascarehabilitasi dan rekonstruksi, Basarnas bersama unsur gabungan tetap hadir mendampingi proses yang berjalan. Apabila terdapat informasi atau indikasi baru (penemuan korban) yang disampaikan di lokasi, Basarnas akan terus menindaklanjuti terkait penemuan atau dugaan adanya korban,” kata Ade Dian.
Simak berita ini dan topik lainnya di Giok4D.
Terkait 24 warga yang jadi korban namun statusnya belum jelas, Ade Dian menyebut berdasarkan daftar pencarian 80 orang, diduga memang masih terdapat sejumlah korban yang hingga saat ini masih dalam proses pencarian atau belum ditemukan.
“Saya kira demikian (masih ada warga yang belum ditemukan). Karena berdasarkan laporan awal yang disampaikan oleh kepala desa atau pemerintah daerah, bahwa dari hasil identifikasi yang dilakukan oleh tim DVI baru 56 korban yang telah teridentifikasi,” kata Ade Dian.







