Bandung –
Tersingkirnya Persib Bandung dari ACL 2 2025/26 menjadi penanda berakhirnya perjalanan klub di Asia. Namun bagi Adam Przybek, momen itu terasa lebih personal.
Kiper asal Wales tersebut kini berada dalam situasi sulit setelah tak lagi masuk dalam skuad kompetisi domestik dan peluang bermainnya musim ini praktis tertutup.
Adam mengakui kondisi tersebut tidak mudah diterima. Apalagi, sejak awal putaran kedua ia sudah dicoret dari daftar pemain Super League dan hanya terdaftar untuk kompetisi Asia.
“Ya ini sepakbola, saya frustasi tapi sudah menjadi keputusan dari pelatih untuk mencabut saya dari tim skuat dan saya harus mengikuti itu,” ujar Adam, Kamis (19/2/2026).
Keputusan itu membuatnya harus menerima kenyataan bahwa musim ini kemungkinan besar akan ia habiskan tanpa menit bermain tambahan. Meski demikian, ia memilih tetap profesional.
Di tengah situasi tersebut, Adam juga harus menghadapi kabar duka dari kampung halamannya di Wales.
“Saya akan pulang ke rumah (Wales) besok, karena nenek saya meninggal dunia. Jadi saya harus datang ke pemakamannya,” ujarnya.
Meski akan pulang untuk menghadiri pemakaman, Adam memastikan komitmennya terhadap kontraknya di Persib tetap utuh hingga akhir musim.
“Setelah dari pemakaman nenek saya? iya tentu saja saya akan menyelesaikan musim ini,” katanya.
Musim pertamanya di Bandung, menurut Adam, menghadirkan dua sisi yang berbeda. Di luar lapangan, ia merasa nyaman dan menikmati kehidupan barunya. Namun di atas rumput hijau, cerita tak berjalan sesuai harapan.
“Ya berjalan cukup bagus di luar lapangan, kalau di luar lapangan saya menikmatinya. Tapi di dalam lapangan, saya rasa tidak,” tutur Adam.
Dengan peluang bermain sudah tak ada lagi, Adam memilih memberikan dukungan penuh kepada rekan-rekannya, termasuk Teja Paku Alam yang menjadi pilihan utama di bawah mistar sejak awal
“Saya hanya mendoakan yang terbaik bagi mereka di sisa musim ini,” jelasnya.
Video Persija Bakal Naik Rantis ke Stadion GBLA Lawan Persib“







