Murka Umuh Muchtar Usai Drama VAR Persebaya Vs Persib di GBT

Posted on

Bandung

Hasil imbang 2-2 antara Persib Bandung dan Persebaya Surabaya pada pekan ke-24 Super League 2025/26 menyisakan kekecewaan. Persib bereaksi keras terhadap kinerja wasit di laga yang berlangsung di Stadion Gelora Bung Tomo, Senin (2/3) malam.

Wasit Eko Saputra menjadi sorotan setelah menghadiahkan penalti kepada Persebaya yang berujung gol Bruno Moreira pada menit ke-44. Penalti diberikan setelah Eko mengecek VAR dan menganggap Federico Barba melanggar pemain Persebaya di kotak penalti.

Ketegangan memuncak saat gol Kakang Rudianto pada menit 45+5 dianulir usai tinjauan VAR karena bola dianggap lebih dulu mengenai tangan Ramon Tanque.

Protes keras pun bermunculan. Bahkan pelatih Bojan Hodak sempat mendapat kartu kuning karena dinilai berlebihan dalam menyampaikan keberatan di sisi lapangan

Bos Persib, Umuh Muchtar, tak menutupi kekecewaannya. Ia mengaku sudah memiliki firasat sebelum pertandingan.

“Saya sempat bilang hati-hati bermasalah dengan wasit, ternyata kejadian,” ujar Umuh, Selasa (3/3/2026).

Saat ditanya apakah wasit terpengaruh tekanan suporter tuan rumah, Umuh menegaskan bahwa profesionalisme seharusnya menjadi benteng utama. Dia menyebut wasit tak boleh terpengaruh pada tekanan dari tim tuan rumah.

“Dimanapun juga harusnya tidak terpengaruhi penonton. Kalau memang wasit profesional dan tentu sudah ada jaminan dia aman dan tak akan dipecat sebagai wasit,” katanya.

Umuh menegaskan Persib bukan tipe klub yang selalu menyalahkan wasit ketika gagal menang. Namun di pertandingan semalam, ia menilai kinerja pengadil jauh dari kata profesional.

“Kita kalah menyalahkan wasit? Tentu tidak. Karena di Bandung pun wasit kalau bagus kita apresiasi. Kita duduk saja, karena sudah tenang dengan kepemimpinan wasit. Sebelumnya juga wasit ini bahaya, ternyata kejadian seperti di laga itu,” ungkapnya.

Salah satu yang paling disorot adalah penggunaan VAR. Menurut Umuh, teknologi tersebut terkesan hanya merugikan Persib.

“Itu juga sudah jelas, VAR digunakan ketika Persib (buat salah). Pelanggaran Persib gunakan VAR, tidak jelas, kalau VAR ternyata kacau, harusnya penalti ya itu bukan penalti,” tegasnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa manajemen sudah menyampaikan keberatan kepada iLeague selaku operator liga soal kepemimpinan wasit.

“Sudah, sudah kita sudah ngobrol banyak. Bahwa sedikit ada perubahan. Tapi dengan segala cara mereka buat persib tidak bisa menang, jadi ya beginilah. Ini yang jadi masalah,” ujarnya.

Umuh turut menyoroti kartu kuning yang diterima Bojan di babak pertama. Menurut Umuh, Bojan sebagai pelatih wajar berteriak hingga memprotes keputusan wasit dari pinggir lapangan.

“Bojan juga sudah tidak bisa ngomong, karena dia juga belum apa-apa sudah kartu kuning, dia belum teriak saja sudah kartu kuning, kan lucu, aneh,” ucapnya.

“Mereka seperti sudah punya rencana kalau Bojan bergerak langsung dikartu. Kan wajar pelatih teriak di samping lapangan, apalagi ada kekecewaan, tapi malah kena tegur wasit,” sambungnya.

Minta Wasit Asing untuk Laga Krusial

Di tengah ketatnya persaingan papan atas Super League, Umuh meminta langkah tegas dari operator liga. Dia mengharapkan operator bisa menunjuk wasit asing untuk memimpin laga-laga krusial.

“Kita sudah buat surat keberatan, dengan wasit seperti ini dengan laga krusial, minta wasit asing. Kita kan punya wasit asing seperti Jepang. Kenapa tidak menggunakan wasit asing? Ketika wasit asing yang memimpin laga tentu bisa netral (keputusannya),” terangnya.

Menurutnya, penggunaan wasit asing bisa menjaga citra sepak bola nasional. Di sisi lain, wasit asing kata Umuh membawa nama negaranya dan kemungkinan bakal memimpin dengan sebaik mungkin.

“Kalau (wasit) lokal kan bisa jadi terlihat bagaimana wajah sepak bola indonesia, citranya bisa jadi lebih buruk. Apalagi wasit luar kan membawa nama negaranya. Apalagi sekarang sudah banyak yang nonton Liga Indonesia, sampai orang luar, kalau ternyata wasit asing kepemimpinannya tidak bagus kan dia juga yang kena,” terangnya.

Meski kecewa, Umuh mengaku tetap puas dengan performa timnya. Saat ini Persib masih berada di puncak klasemen Super League dengan 54 poin.

“Secara permainan tentu kita puas, kita sudah motivasi, ingatkan bahwa persebaya ada di bawah kita dan tentu kita bisa menang,” pungkasnya.