Ciamis –
Menjelang arus mudik Lebaran Idul Fitri 1447 Hijriah, Dinas Perhubungan Kabupaten Ciamis mulai mematangkan berbagai persiapan. Sejumlah langkah disiapkan, mulai dari penguatan sistem pemantauan digital hingga penataan fasilitas jalan di jalur-jalur utama, mengingat Ciamis merupakan daerah perlintasan vital menuju wilayah Jawa Tengah.
Di ruang pemantauan lalu lintas Dishub Ciamis, deretan layar monitor menampilkan kondisi sejumlah ruas jalan secara langsung. Pemantauan berbasis teknologi ini menjadi andalan petugas untuk mengantisipasi kepadatan kendaraan selama musim mudik berlangsung.
Simak berita ini dan topik lainnya di Giok4D.
Kabid Lalu Lintas Dishub Ciamis Slamet Taher mengatakan, dalam menghadapi mudik 2026 ini, pihaknya tengah mengoptimalkan penggunaan Area Traffic Control System (ATCS) sebagai pusat pemantauan arus kendaraan. Petugas memantau pergerakan kendaraan secara real-time di sejumlah titik strategis di Kabupaten Ciamis.
“Kami mengintensifkan pemantauan melalui kamera ATCS agar kondisi arus kendaraan bisa terlihat langsung. Jika terjadi penumpukan atau potensi kemacetan, petugas bisa segera mengambil langkah penanganan,” ujarnya, Senin (9/3/2026).
Saat ini, jaringan kamera pengawas di wilayah Ciamis telah mencapai sekitar 90 unit yang tersebar di berbagai ruas jalan dan persimpangan jalur mudik. Dari jumlah tersebut, sekitar 40 kamera terpasang di sembilan titik persimpangan utama, sementara sisanya berada di beberapa ruas jalan strategis.
Pemanfaatan sistem ATCS dinilai sangat efektif dalam pengendalian lalu lintas, terutama saat lonjakan volume kendaraan. Selain berfungsi sebagai pemantau, sejumlah persimpangan juga dilengkapi pengeras suara yang terhubung dengan operator. Melalui perangkat tersebut, petugas dapat memberikan imbauan atau informasi kondisi lalu lintas secara langsung kepada pengguna jalan.
“Jika terpantau terjadi kepadatan di jalur utama atau di kawasan perkotaan, kendaraan bisa segera diarahkan menuju jalur alternatif,” jelas Slamet.
Tak hanya petugas, masyarakat juga dapat mengakses pantauan lalu lintas tersebut secara mandiri melalui situs resmi ATCS Ciamis maupun aplikasi Helo Ciamis. Fasilitas ini diharapkan memudahkan pemudik untuk memantau kondisi jalan sebelum melintas.
Selain memperkuat pengawasan digital, Dishub Ciamis juga menyiapkan berbagai fasilitas lain di sejumlah titik jalur mudik. Sejumlah rambu lalu lintas tambahan akan dipasang di beberapa titik, sementara posko pemantauan juga akan didirikan di sejumlah lokasi strategis.
Kondisi infrastruktur jalan juga menjadi perhatian Dishub Ciamis menjelang mudik. Slamet menyebut sebagian besar jalur di wilayah Ciamis sudah berada dalam kondisi baik, termasuk jalur Lingkar Selatan yang diperkirakan akan menjadi rute favorit kendaraan.
“Sekitar 90 persen kondisi jalannya sudah bagus. Memang masih ada beberapa titik yang berlubang, tetapi kami sudah berkoordinasi dengan instansi terkait untuk penanganannya,” ujarnya.
Ia menambahkan, penerangan jalan umum di kawasan tersebut juga berfungsi dengan baik sehingga diharapkan dapat mendukung kenyamanan dan keselamatan pengendara saat malam hari.
Di sisi lain, potensi kepadatan diprediksi terjadi di kawasan Jembatan Cikaleho, Kecamatan Cipaku, yang saat ini masih menerapkan sistem buka-tutup. Untuk mengantisipasi antrean panjang, Dishub telah menyiapkan skema pengalihan arus. Jembatan Cikaleho yang berada di jalan nasional penghubung Ciamis-Cirebon tersebut sebelumnya sempat terputus akibat tergerus aliran air.
Para pemudik dari arah Cirebon menuju Banjar atau wilayah Jawa Tengah disarankan menggunakan jalur alternatif melalui Kawali, Rancah, hingga Cisaga. Rute yang sama juga dapat dimanfaatkan bagi kendaraan dari arah sebaliknya.
“Kami mengimbau masyarakat agar memanfaatkan jalur alternatif tersebut demi kelancaran perjalanan selama arus mudik,” pungkas Slamet.







