Karawang –
Insiden memilukan terjadi di Kabupaten Karawang, Jawa Barat (Jabar). Tiga orang yang merupakan satu keluarga yakni Idik Tasdik (46), Itiar (42) dan anaknya, Muhammad Ardian Miyaz Awab Tasdik (7), meninggal dunia setelah tertimpa truk trailer.
Semuanya bermula saat truk trailer bernomor polisi B 9107 UEI ini memasuki Jalan Raya Irigasi Bendasari dari arah Jalan Raya Rawagabus (Pantura), Karawang, Minggu (15/2/2026), sekira pukul 20.00 WIB. Truk tersebut belakangan diketahui mengangkut muatan 32 ton minyak goreng untuk disimpan ke gudang.
Namun yang menjadi tanda tanya, truk dengan dimensi besar itu malah bisa masuk ke jalur yang begitu sempit. Ditambah, medan jalan yang menurun membuat traksi kendaraan jadi sulit untuk dikendalikan.
Kekhawatiran ini lah yang kemudian mendatangkan petaka yang fatal. Di jalanan yang menurun, sopir truk itu tidak bisa mengendalikan kendaraannya hingga menimpa mobil sedan Toyota Corolla bernomor polisi T 1275 KN yang ditumpangi enam orang yang merupakan satu keluarga.
Akibatnya, tiga orang yaitu Tasdik (46), Itiar (42) dan anaknya, Muhammad Ardian Miyaz Awab Tasdik (7) dinyatakan meninggal dunia. Sementara tiga lainnya yaitu Sifaul Ijjati Nur Alawiyah Tasdik (19), Muhammad Hafidz Jamaludin Tasdik (12) dan Adeeva Afsheen Miyeza Rafanda Tasdik (6) mengalami luka-luka.
Sang ayah, Tasdik, meninggal dunia saat berada di kursi pengemudi. Sementara istrinya, Itiar, ada di kursi penumpang dan anaknya, Muhammad Ardian Miyaz Awab Tasdik berada dalam dekapannya.
Tiga orang yang meninggal dunia dibawa ke RSUD Karawang. Sedangkan 3 orang lainnya yang mengalami luka dibawa ke RS Lari Karawang.
“Ada tiga orang meninggal dunia dan tiga orang lagi mengalami luka ringan,” ujar Kasat Lantas Polres Karawang AKP Sudirianto kepada, Senin (16/2/2026).
“Yang jelas korban satu keluarga, warga Blok H, Perumahan Citra Kebun Mas, Desa Bengle, Kecamatan Majalaya,” katanya menambahkan.
Polisi telah mengamankan sopir truk trailer untuk diperiksa. Sopir tersebut juga dites urine, sembari mendalami penyelidikan.
Dari hasil pemeriksaan sementara, diduga ada kelalaian sebelum terjadinya kecelakaan. Sebab, truk trailer tersebut malah diarahkan oleh pak ogah ke jalan yang tidak seharusnya dilintasi.
“Ini kan di bawah jalan kabupaten yah, truk memang berjalan ke arah yang tidak peruntukannya, Tidak seharusnya dilintasi. Informasinya sopir nekat masuk karena dia diarahkan pak ogah,” ungkap Sudir.
Oleh karenanya, ia juga turut memeriksa pak ogah yang mengatur lalu lintas sebagai saksi dalam peristiwa kecelakaan tersebut, “Kami juga periksa pak ogah sebagai saksi dalam peristiwa ini,” pungasknya.







