Subang –
Sembilan warga dilaporkan meninggal dunia setelah menenggak minuman keras (miras) oplosan jenis Vodka BigBoss atau yang dikenal dengan sebutan gembling di Kabupaten Subang. Tragedi ini menjadi alarm keras atas maraknya peredaran miras ilegal yang mematikan di tengah masyarakat.
Selain sembilan korban jiwa, tiga orang lainnya hingga kini masih menjalani perawatan intensif di RSUD Ciereng Subang. Ketiganya diduga mengalami keracunan hebat dengan gejala serius yang muncul hanya beberapa jam setelah mengonsumsi minuman maut tersebut.
Kapolres Subang AKBP Dony Eko Wicaksono menjelaskan, kasus ini terungkap setelah kepolisian menerima laporan warga yang mengalami gejala keracunan massal pada Senin (9/2/2024).
“Setelah menerima laporan, kami langsung melakukan penyelidikan dan pengembangan. Tim Unit Jatanras Satreskrim bersama Satresnarkoba Polres Subang bergerak cepat hingga berhasil mengamankan empat orang yang diduga terlibat dalam peredaran miras oplosan tersebut,” kata Dony, Kamis (12/2/2024).
Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, miras oplosan tersebut merupakan jenis gembling yang dicampur dengan minuman energi saset. Para korban diketahui mengonsumsi minuman tersebut di sejumlah titik di wilayah Kota Subang.
Tak lama berselang, para korban mulai mengeluhkan mual, muntah, pusing, hingga gangguan penglihatan. Kondisi mereka terus memburuk dengan adanya penurunan kesadaran serta sesak napas dalam hitungan jam.
“Para korban kemudian dilarikan ke RSUD Ciereng dan RS PTPN Subang untuk mendapatkan penanganan medis,” kata Dony.
Namun, upaya medis tidak mampu menyelamatkan seluruh korban. Hingga Kamis (12/2/2024), total sembilan orang dinyatakan meninggal dunia akibat keracunan miras oplosan tersebut.
Dalam pengembangan di lapangan, polisi mengamankan empat orang yang diduga kuat terlibat dalam jaringan peredaran miras ini. Dua di antaranya kini telah resmi ditetapkan sebagai tersangka.
“Dua orang dalam kejadian ini sudah ditetapkan sebagai tersangka, yaitu HS (49) selaku pemasok miras jenis Vodka BigBoss di wilayah Subang dan JM (50) selaku pemilik toko yang menjual miras tersebut kepada para korban,” ungkap Dony.
“Dua orang lainnya yaitu PNM (29) dan EH (18) saat ini masih berstatus sebagai saksi dan masih menunggu hasil gelar perkara lanjutan,” tambahnya.
Dari tangan para pelaku, polisi menyita sejumlah barang bukti berupa botol bekas Vodka BigBoss, saset minuman energi, sampel sisa cairan, hingga sampel muntahan dan darah korban sebagai bahan uji laboratorium forensik.
Polisi juga telah menggeledah gudang penyimpanan serta toko penjual. Saat ini, Polres Subang berkoordinasi dengan Ditresnarkoba Polda Jabar untuk memburu distributor utama maupun produsen di balik peredaran miras oplosan tersebut.
Atas perbuatannya, para tersangka dijerat dengan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP. Keduanya terancam hukuman pidana penjara maksimal 15 tahun.
Dony pun mewanti-wanti masyarakat agar tidak sekali-kali mengonsumsi minuman keras ilegal atau oplosan yang telah terbukti merusak kesehatan dan mengancam nyawa.
“Kami akan terus melakukan razia dan penindakan tegas terhadap peredaran miras ilegal di wilayah hukum Polres Subang. Kami juga mengajak masyarakat untuk segera melaporkan apabila mengetahui adanya peredaran miras ilegal,” pungkasnya.
“







