Meski Tak Puasa, Ini 7 Anjuran Amalan untuk Wanita Haid di Bulan Ramadhan

Posted on

Bandung

Bulan Ramadhan merupakan waktu istimewa bagi umat Islam untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT. Namun, bagi wanita yang sedang mengalami haid, terdapat beberapa ibadah tertentu yang tidak dapat dilakukan, seperti shalat dan puasa. Meski demikian, kondisi haid bukanlah penghalang bagi wanita untuk tetap meraih pahala berlimpah di bulan suci Ramadhan.

Islam sebagai agama yang rahmatan lil ‘alamin memberikan banyak alternatif amalan yang tetap bisa dikerjakan oleh wanita haid. Dengan memahami batasan dan peluang ibadah yang ada, wanita haid tetap dapat mengisi Ramadhan dengan aktivitas bernilai ibadah dan penuh keberkahan.

Larangan Ibadah bagi Wanita Haid

Dalam literatur fikih klasik, dijelaskan bahwa terdapat beberapa amalan yang dilarang bagi wanita haid. Dalam kitab Taqrib karya Imam Abu Syuja’, disebutkan ada delapan hal yang tidak boleh dilakukan oleh wanita haid, yaitu:

  1. Shalat

  2. Puasa

  3. Membaca Al-Qur’an

  4. Menyentuh dan membawa mushaf

  5. Masuk ke dalam masjid

  6. Thawaf

  7. Jima’ (hubungan suami istri)

  8. Bermain-main di sekitar organ intim

Larangan-larangan tersebut bersifat syar’i dan harus dipatuhi. Namun, penting dipahami bahwa larangan ini tidak menghalangi wanita haid untuk tetap beribadah melalui amalan-amalan lain yang dianjurkan.

Young beautiful muslim women open palm, peaceful praying in mosque.Ilustrasi amalan wanita haid saat bulan Ramadan Foto: Getty Images/iStockphoto/Rachaphak

Amalan yang Dianjurkan bagi Wanita Haid di Bulan Ramadhan

1. Memperbanyak Dzikir, Shalawat, dan Istighfar

Dzikir merupakan ibadah yang dapat dilakukan kapan saja dan oleh siapa saja tanpa syarat khusus. Wanita haid dianjurkan memperbanyak bacaan kalimat thayyibah seperti tasbih, tahmid, tahlil, takbir, serta istighfar. Selain itu, memperbanyak shalawat kepada Nabi Muhammad SAW juga menjadi amalan yang sangat dianjurkan, terutama di bulan Ramadhan.

Dzikir membantu menjaga hati tetap tenang, meningkatkan kesadaran spiritual, dan memperkuat hubungan batin dengan Allah SWT meski sedang tidak menjalankan puasa dan shalat.

2. Memaksimalkan Doa, Terutama di Malam-Malam Istimewa

Bulan Ramadhan dikenal sebagai waktu mustajab untuk berdoa. Wanita haid tetap memiliki kesempatan besar untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT melalui doa, terutama pada sepuluh malam terakhir Ramadhan yang di dalamnya terdapat malam Lailatul Qadar.

Doa yang diajarkan Rasulullah SAW kepada Sayyidah Aisyah sangat dianjurkan untuk dibaca:

“Allâhumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘annî.”
(Ya Allah, Engkau Maha Pemaaf dan mencintai pemaafan, maka maafkanlah aku).

Doa ini dapat dibaca kapan saja, terutama di malam hari, sebagai bentuk pengharapan akan ampunan dan rahmat Allah SWT.

3. Sedekah Subuh dan Memperbanyak Shadaqah

Sedekah merupakan amalan yang sangat dianjurkan di bulan Ramadhan. Wanita haid dapat memulai hari dengan sedekah subuh, baik dalam bentuk uang, makanan, maupun bantuan lainnya. Sedekah tidak hanya terbatas kepada manusia, tetapi juga dapat diberikan kepada hewan dan makhluk hidup lainnya.

Dengan niat yang ikhlas, sedekah subuh diyakini memiliki banyak keutamaan, di antaranya membuka pintu rezeki, menolak bala, serta mendatangkan keberkahan sepanjang hari.

4. Menyiapkan Hidangan Sahur dan Berbuka Puasa

Membantu menyiapkan hidangan sahur dan berbuka bagi keluarga atau masyarakat sekitar merupakan amalan yang bernilai pahala besar. Rasulullah SAW bersabda bahwa siapa pun yang memberi makan orang berbuka puasa, maka ia akan mendapatkan pahala seperti orang yang berpuasa tersebut tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa.

Amalan ini menjadi peluang besar bagi wanita haid untuk tetap memperoleh pahala setara dengan puasa Ramadhan melalui pelayanan dan kepedulian kepada sesama.

5. Menuntut Ilmu dan Mengikuti Kajian

Menuntut ilmu adalah kewajiban bagi setiap muslim, baik laki-laki maupun perempuan, dalam kondisi suci maupun haid. Wanita haid dapat mengisi waktu Ramadhan dengan membaca buku keislaman, mengikuti kajian online, mendengarkan ceramah, atau mempelajari ilmu umum yang bermanfaat.

Sebagaimana hadis yang diriwayatkan oleh Imam Muslim, Rasulullah SAW bersabda bahwa siapa pun yang menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah SWT akan memudahkan jalannya menuju surga.

6. Mendengarkan Murottal dan Membaca Terjemahan Al-Qur’an

Meski terdapat perbedaan pendapat ulama mengenai membaca Al-Qur’an saat haid, mayoritas sepakat bahwa wanita haid tetap dapat mendengarkan murottal, membaca terjemahan, tafsir, atau melakukan murajaah hafalan tanpa menyentuh mushaf.

Aktivitas ini tetap memberikan ketenangan jiwa serta memperkuat kecintaan terhadap Al-Qur’an selama bulan Ramadhan.

7. Aktif dalam Kegiatan Sosial dan Kemanusiaan

Kegiatan sosial seperti membantu fakir miskin, menyantuni anak yatim, mengajar anak-anak, atau kerja bakti lingkungan juga termasuk ibadah yang bernilai tinggi. Bagi wanita haid, aktivitas sosial menjadi sarana nyata untuk menebar manfaat dan mempererat silaturahmi.

Islam sangat menekankan pentingnya kepedulian sosial, terutama di bulan Ramadhan sebagai bulan berbagi dan empati.

Portrait of young Muslim woman making dua. Arabian girl wearing abaya keeps hands in praying gesture. Representing worship to God and Ramadan Kareem conceptPortrait of young Muslim woman making dua. Arabian girl wearing abaya keeps hands in praying gesture. Representing worship to God and Ramadan Kareem concept Foto: Getty Images/iStockphoto/.shock

Menjaga Adab dan Mengganti Puasa

Meskipun tidak berpuasa, wanita haid tetap dianjurkan menjaga adab Ramadhan, seperti tidak makan dan minum secara terang-terangan di depan orang yang berpuasa sebagai bentuk penghormatan. Puasa yang ditinggalkan wajib diqadha setelah Ramadhan berakhir sesuai dengan ketentuan syariat.

Haid bukanlah penghalang bagi wanita untuk meraih pahala Ramadhan. Dengan memahami amalan yang dianjurkan dan memaksimalkan ibadah yang diperbolehkan, wanita haid tetap dapat mengisi bulan suci dengan amal saleh, keberkahan, dan kedekatan kepada Allah SWT.

Halaman 2 dari 2