Bandung –
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan program prioritas Presiden Prabowo Subianto. Sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) didirikan demi menyuplai makanan bagi anak sekolah, ibu hamil, hingga lansia.
Salah satunya adalah dapur SPPG Jelegong di Kampung Ciharuman, Desa Jelegong, Kecamatan Kutawaringin, Kabupaten Bandung. Dapur untuk program MBG tersebut dikelola langsung oleh Polresta Bandung.
Dapur SPPG tersebut dikelola dengan baik dan selalu memperhatikan higienitas setiap makanannya. Seluruh bahan makanan diolah secara mendetail dan dijaga kebersihannya.
Kapolda Jabar Irjen Rudi Setiawan mengecek kondisi dapur SPPG tersebut. Ia meninjau langsung dengan mengenakan sarung tangan, masker, hingga penutup kepala.
“Terima kasih sudah menyertai kunjungan kami ke SPPG kelima dari Polresta Bandung. Kita, saya bersama Kapolres dan teman-teman lainnya ya untuk melihat bagaimana prosesnya,” ujar Rudi, kepada awak media, Sabtu (28/2/2026).
Pihaknya mengaku terkesan dengan keberadaan dapur SPPG yang dikelola Polresta Bandung. Pasalnya, kebersihan sangat diperhatikan mulai dari bahan baku makanan masuk.
“Kemudian proses penyucian omprengnya, penyimpanan bahan-bahan makanan yang kering dan basah. Kemudian langsung melihat ke tempat masaknya processing,” katanya.
Sebelum makanan disajikan, Rudi mengungkapkan bahwa petugas terlebih dahulu melakukan pengetesan terhadap menu tersebut. Pengecekan dilakukan secara ketat dan memerlukan waktu beberapa saat.
“Pengetesan dilakukan baik itu dari formalin, maupun dari satu kit lagi itu sianida ya dari racun itu. Itu dilakukan untuk memastikan bahwa yang disajikan nanti itu layak ya,” jelasnya.
Setelah itu, proses selanjutnya adalah memasukkan makanan ke dalam ompreng. Pada bagian luar ompreng, petugas memasang stiker penanda batas waktu konsumsi.
“Jadi kurang lebih 4 jam dari pada saat diterima oleh para penerima manfaat semua makanan bisa dikonsumsi,” ungkapnya.
Rudi mengungkapkan, menu yang disajikan kali ini disesuaikan dengan suasana bulan Ramadan. Sehingga terdapat beberapa variasi menu kering dan menu basah.
“Saya jadi melihatnya kok cukup menarik sekali. Ada kesukaan mie goreng, ada capcay, ada ayam kecap tadi. Buahnya itu ada jeruk. Bagus jeruknya tadi ya semuanya. Ah, ini katanya tiap hari nanti ke depan itu ya seperti itu dijaga kualitasnya,” tegasnya.
Dapur SPPG tersebut baru dalam tahap uji coba dan dioperasikan sementara. Menurut Rudi, dapur ini akan memenuhi kebutuhan makanan bergizi di lokasi yang tidak jauh dari dapur SPPG.
“Jadi untuk yang SPPG ini awal besok baru mau dibuka. Ini uji coba 1500 penerima manfaat setiap harinya ya,” pungkasnya.







