‘Menjemput’ Anak Muda Lewat Masjid Al-Lathiif Bandung

Posted on

Bandung

Masjid Al-Lathiif bagi muda-mudi muslim di Bandung begitu dikenal dan kerap menjadi tujuan untuk mendekatkan diri kepada Tuhan. Uniknya, Masjid Al-Lathiif mempunyai tim yang diisi oleh anak-anak muda yang inovatif dan relevan terhadap kebutuhan spiritual serta kehidupan Gen-Z.

Berlokasi di Jalan Saninten, Cihapit, Kota Bandung, masjid ini sering menggelar pengajian mengangkat tema isu kepemudaan, seperti percintaan, hobi, dan karier. Masjid Al-Lathiif menjadi pusat berkumpulnya anak muda untuk meningkatkan ketakwaan sekaligus tempat bermain produktif.

Kiprah dari Masjid Al-Lathiif bermula dari tahun 2017. Kehadiran Ustaz Hanan Attaki dengan komunitas Pemuda Hijrah mengubah cara berdakwah di kalangan anak muda. Masjid Al-Lathiif sebagai pusat dakwah komunitas Pemuda Hijrah mengadakan pengajian yang membahas topik anak muda seperti jodoh dan hobi. Masjid Al-Lathiif juga kerap mengadakan kegiatan berbasis hobi seperti skateboard dan pelatihan barista.

Masjid Al-Lathiif menggaet komunitas-komunitas anak muda di Bandung, seperti komunitas skateboard, sepeda, hingga musisi. Salah seorang pengurus Masjid Al-Lathiif, Ricky, mengatakan masjid tersebut di bawah Ustaz Hanan Attaki memang masif merangkul komunitas-komunitas yang punya identitas kuat terhadap anak muda. Langkah itu merupakan strategi dakwah dari Masjid Al-Lathiif dan cukup berhasil mendatangkan para anak muda.

“Di sini-sini ya udah memang dari pemuda-pemudanya pun yang diangkat dan bersama Ustaz Hanan datang membawa lingkungan lah dari ada klub motor, dari anak skate, pemuda kreatif seperti musisi, bahkan ada juga yang lebih kompleks. Jadi geraknya kita tuh dari berbagai lingkungan ada dan jadinya kreativitas tersebut itu sampai hari ini tetap muncul gitu,” ujar Ricky.

Pada awal berkembangnya, pengajian di sini sempat dikritik beberapa pihak. Pasalnya, metode dakwah yang dilakukan pada saat itu belum umum di masyarakat. Pengajian yang biasanya identik dengan pembahasan akhlak, tauhid, dan tafsir, kini memiliki pembahasan yang lebih luas dan relevan dengan Gen-Z berkat Al-Lathiif.

“Kalau kasusnya penolakannya dulu ada, kayak penolakan dari awal-awal seperti struggle-nya membuat kajian yang anak muda kan itu pas masa itu pengajian seperti itu masih asing di telinga masyarakat. Tema-temanya yang terkesan anak muda itu masih jarang, pengajian umum yang orang tahu seperti surga-neraka, dan juga akhlak,” ujar Ricky.

Masjid Al-Lathiif Bandung.Aktivitas di Masjid Al-Lathiif Bandung. (Foto: Adi Mukti/)

Walaupun tema-tema yang diangkat tentang anak muda, Masjid Al-Lathiif tetap menghadirkan pembahasan yang esensial dan mendasar pada program mereka seperti tauhid dan fikih. Namun, tantangan yang mereka hadapi ialah bagaimana cara menyampaikan isu-isu yang berat tetapi dapat dipahami dan dinikmati oleh anak muda. Pengurus bagian media Masjid Al-Lathiif, Agung, membeberkan upaya pengurus masjid dalam membawa topik-topik yang berat di dalam Islam.

“Kalau sekarang memang kami selalu megang kalimat ini dan telah disampaikan juga oleh Ustaz Hanan sebagai guru kami. Hal ini selalu kami bawa ketika berkegiatan. Karena target kita anak muda, maka kita selalu berupaya menggunakan bahasa mereka. Salah satu cara yang ampuh yaitu menggunakan bahasa kaum tersebut,” ujar Agung.

Upaya yang dilakukan Masjid Al-Lathiif ialah mengemas bahasa dengan lebih ringan dan terkesan ‘gaul’, sehingga anak muda lebih mampu memahami materi Islam dengan baik. Tidak hanya itu, visual seperti poster, banner, dan konten dikemas sedemikian rupa agar relevan dengan selera anak muda.

Media sosial Instagram dan Youtube dari Masjid Al-Lathiif memiliki tampilan visual yang mengikuti tren populer, mulai dari pemilihan warna dan font. Desain visual yang mereka rancang merupakan tampilan visual yang lekat dengan anak muda.

Saat Ramadan ini, Masjid Al-Lathiif rutin menggelar pengajian setiap harinya. Mulai dari pagi hingga malam, kegiatan di sana selalu ada dan mencakup berbagai pembahasan yang menarik. Tidak hanya itu, masjid yang ikonik dengan pemuda ini membagikan takjil gratis untuk berbuka puasa.

Hingga saat ini, Masjid Al-Lathiif senantiasa diramaikan oleh Gen-Z, baik sendiri maupun rombongan bersama teman. Kemampuan Masjid Al-Lathiif dalam melihat ketertarikan anak muda membuat cara berdakwah jadi lebih fleksibel dan lebih relevan terhadap anak muda. Masjid Al-Lathiif terus berusaha menyesuaikan pengajian mereka agar selalu dekat dengan anak muda.