Bogor –
Ramadan selalu membawa ritme baru bagi sebuah kota. Aktivitas bergeser ke malam hari, ruang publik tetap hidup, dan potensi gangguan kerap muncul di sela-sela keramaian.
Di Kabupaten Bogor, perubahan ritme itu dijawab dengan patroli skala besar yang dipimpin Bupati Bogor Rudy Susmanto bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Minggu dini hari, 1 Maret 2026.
Aparat gabungan TNI, Polri, dan Satpol PP menyusuri lokasi yang selama ini dicurigai menjadi titik penjualan minuman keras.
Di sebuah toko, petugas menemukan 124 botol miras yang langsung diamankan sebagai barang bukti. Pemilik usaha dan karyawan toko dibawa ke Polres Bogor untuk dimintai keterangan, sementara operasional tempat usaha dihentikan sementara menunggu proses hukum melalui mekanisme tindak pidana ringan.
Kapolres Bogor AKBP Wikha Ardilestanto menegaskan razia tersebut akan dilakukan secara konsisten.
“Ke depan, kami imbau kepada tempat-tempat lain yang masih menjual minuman keras, akan kita tertibkan setiap malam,” ujar Wikha di sela kegiatan.
Patroli malam itu juga diarahkan untuk mencegah gangguan lain yang kerap meningkat selama Ramadan, seperti balap liar dan perkelahian remaja.
Aparat mengajak masyarakat berperan aktif menjaga keamanan lingkungan dengan melaporkan setiap indikasi gangguan kamtibmas melalui hotline Polri 110 yang terhubung langsung ke Polsek dan Polres terdekat.
Bupati Rudy Susmanto menegaskan patroli tersebut merupakan bentuk tanggung jawab bersama menjaga stabilitas wilayah.
“Untuk menghadirkan rasa aman, nyaman, dan tenteram bagi seluruh masyarakat agar dapat menjalankan ibadah puasa dengan tenang, khusyuk, serta penuh keberkahan,” kata Rudy.
Ia menambahkan, langkah tegas terhadap penjual minuman keras merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam menghormati masyarakat yang tengah beribadah.
“Ini menjadi bukti komitmen kami dalam menjaga ketertiban dan menghormati masyarakat yang sedang melaksanakan ibadah di bulan suci Ramadan,” tegasnya.
Sementara itu, pemerintah daerah menyiapkan kawasan Stadion Pakansari difungsikan sebagai arena balap lari resmi setiap malam Minggu selama Ramadan. Sekitar 200 pelari dari berbagai kecamatan ambil bagian dalam kegiatan yang berlangsung hingga pertengahan bulan, dengan sistem penyisihan dan final. Lintasan ini diharapkan menjadi ruang alternatif yang aman bagi anak muda untuk menyalurkan energi.







