Sukabumi –
Pemerintah Kabupaten Sukabumi terus memperkuat fondasi layanan kesehatan bagi masyarakat luas. Memasuki satu tahun masa kepemimpinan Bupati Asep Japar dan Wakil Bupati Andreas, berbagai program inovatif di bidang kesehatan diklaim telah memberikan dampak yang dirasakan langsung oleh warga hingga ke pelosok desa.
Salah satu capaian dalam setahun terakhir adalah peluncuran program Sukabumi Sakti. Program ini menghadirkan layanan kesehatan gratis di 58 puskesmas serta layanan cek kesehatan gratis yang hingga kini tercatat telah menjangkau lebih dari 231.628 jiwa. Langkah deteksi dini ini dinilai efektif dalam meningkatkan kesadaran kesehatan masyarakat secara masif di wilayah Kabupaten Sukabumi.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi, Masykur Alawi, menyatakan bahwa penguatan fasilitas kesehatan menjadi fokus utama untuk memastikan aksesibilitas bagi seluruh warga. Ia menyebut infrastruktur kesehatan terus dipacu agar pelayanan kepada masyarakat semakin prima.
“Dalam satu tahun ini, kami telah melakukan rehabilitasi terhadap 6 Puskesmas dan 40 Puskesmas Pembantu (Pustu), serta membangun satu Pustu baru. Tujuannya jelas, agar masyarakat mendapatkan layanan yang lebih layak, nyaman, dan tentu saja lebih mudah dijangkau tanpa hambatan biaya,” ujar Masykur Alawi.
Tak hanya soal fisik bangunan, Masykur juga menekankan pentingnya kehadiran tenaga medis profesional yang lebih dekat dengan permukiman warga melalui program unggulan.
“Kami juga menyiagakan 115 dokter yang tersebar di berbagai desa melalui program Dokter Bina Desa atau Dokter Masuk Kampung. Ini adalah ikhtiar kami untuk mendekatkan layanan medis profesional sehingga warga tidak perlu menempuh jarak jauh untuk berkonsultasi,” tambahnya.
Selain penguatan fasilitas kesehatan, Pemkab Sukabumi menunjukkan progres signifikan dalam percepatan penurunan angka stunting. Melalui kolaborasi lintas sektor yang melibatkan dokter desa, puskesmas, hingga posyandu, pemantauan tumbuh kembang balita dan intervensi gizi dilakukan secara responsif.
Bupati Sukabumi, Asep Japar, menegaskan bahwa kesehatan adalah pilar utama dalam membangun sumber daya manusia yang unggul menuju visi Sukabumi Mubarakah. Ia mengajak warga untuk terus konsisten menjaga pola hidup sehat dalam aktivitas keseharian.
“Satu tahun perjalanan ini adalah bukti komitmen kami untuk hadir di tengah masyarakat. Kesehatan bukan lagi barang mewah karena melalui Sukabumi Sakti dan Dokter Masuk Kampung, kita ingin memastikan setiap kehidupan warga di Sukabumi terjaga dengan baik. Mari kita terus tanamkan budaya hidup bersih dan sehat demi masa depan generasi Sukabumi yang lebih kuat dan berdaya,” tegas Asep Japar.
Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) kini terus ditanamkan melalui edukasi masif, mulai dari kebiasaan cuci tangan pakai sabun, konsumsi gizi seimbang, hingga penggunaan jamban sehat. Langkah ini diharapkan dapat menciptakan lingkungan masyarakat yang lebih sehat dan produktif ke depannya.







