Di tengah maraknya kafe dan restoran anyar di Kota Bandung, ada salah satu kafe sederhana yang memiliki banyak penggemar sejak lama. Letaknya di pusat kota, tetapi suasananya tenang tanpa banyak lalu-lalang kendaraan.
Dengan mengusung interior serba kayu khas kafe era 2000-an di Bandung, Kafe Kebon masih terus eksis hingga kini. Bahkan, menu legendaris piza tungkunya belakangan kembali ramai diperbincangkan di media sosial, merambah pengunjung generasi baru.
Kafe Kebon berada di Jalan Bagusrangin Nomor 7, tak jauh dari kampus Unpad Dipatiukur dan Taman Monumen Perjuangan. Sesuai namanya, kafe yang eksis sejak dua dekade lalu ini berada di kebun alias halaman bangunan salon yang tak kalah legendaris, yakni Hetty Hair.
Ketika infoJabar menyambangi Kafe Kebon pada Senin (29/12/2025) menjelang siang, terdapat sejumlah pengunjung yang didominasi keluarga tengah bersantap di tempat ini. Di hampir seluruh meja, tampak ada satu menu serupa yang dipesan, yakni piza tungku.
Chef Kafe Kebon, Xhu, mengatakan bahwa mayoritas pengunjung memang mengincar menu-menu piza Kafe Kebon. Pasalnya, piza yang disediakan tempat ini membawa konsep piza tradisional Italia, yakni piza dengan adonan tipis, renyah, serta dibakar langsung di tungku perapian.
“Tamu yang datang ke sini banyak yang dari Jakarta, bahkan ada juga yang dari luar Jawa. Itu semua rata-rata pada ngincer pizanya. Mereka biasanya penasaran dengan cara pembakarannya seperti apa, banyak juga yang shoot video pembuatannya,” ungkapnya.
Ia mengatakan, hal yang membedakan piza Kafe Kebon dengan piza lainnya adalah adonannya yang tipis dan bahan-bahannya yang seluruhnya dibuat sendiri alias homemade. Selain itu, terdapat pula *topping tak lazim yang menawarkan cita rasa unik.
“Piza kita itu ala Italia, jadi lebih tipis dan pembakarannya langsung di tungku. Bahan-bahannya pun sejak awal selalu homemade. Ada juga topping-topping unik seperti peuyeum,” jelas Xhu.
Peuyeum yang merupakan kudapan tradisional khas Bandung tersebut diolah menjadi salah satu pilihan topping piza di Kafe Kebon, dipadukan dengan keju mozarela. Selain itu, topping unik lainnya adalah pisang stroberi hingga rawit ikan asin. Kesemuanya disajikan dengan lelehan keju mozarela yang gurih.
infoJabar berkesempatan mencicipi menu piza mushroom, di mana taburan jamur kancing menjadi topping utamanya. Meski dibakar di tungku, waktu yang dibutuhkan untuk membuat satu loyang piza terbilang cepat.
Ketika tiba di meja, piza masih terasa hangat dan fresh. Adonannya terasa renyah, cocok berpadu dengan potongan jamur yang umami serta keju mozarela yang melimpah. Pasta tomat yang mendasari pizanya pun terasa pas di lidah.
Salah satu hal yang unik adalah sambal cocolan piza yang khusus dibuat oleh Kafe Kebon. Rasanya serupa saus sambal, namun dengan cita rasa yang lebih tangy dan gurih karena dilengkapi dengan potongan bawang putih.
Xhu mengatakan, beberapa menu piza best seller mereka di antaranya adalah four season pizza dan smoked beef pizza. Satu loyang four season terdiri dari empat bagian rasa, yakni margherita, smoked beef, mushroom, dan tuna. Tak heran piza ini jadi favorit karena dapat mengakomodasi selera yang berbeda.
“Ada juga menu piza sandwich, konsepnya itu seperti sandwich pada umumnya tapi rotinya pakai adonan piza. Toppingnya ada di dalam adonan,” jelasnya.
Selain piza, Kafe Kebon juga menghadirkan berbagai opsi makanan berat lainnya yang tak melulu western, seperti aneka menu claypot, nasi goreng, bubur, hingga nasi bakar. Berbagai camilan pun tersedia, seperti olahan pisang bakar dan goreng, poffertjes, es krim, corn ribs, dan lain-lain.
Bagi yang sekadar ingin bersantai sambil ngopi, di sini terdapat menu es kopi susu andalan bernama es kopi kebon yang creamy, layaknya kopi di kedai-kedai kekinian. Rasa kopinya cenderung lembut, cocok bagi yang kurang menyukai kopi strong. Uniknya, kafe ini juga menyediakan berbagai kertas dan alat gambar yang bisa dipinjam secara cuma-cuma oleh pengunjung anak-anak.







