Mengenal 5 Bangunan Ikonik di Kota dan Kabupaten Jawa Barat

Posted on

Jawa Barat merupakan salah satu provinsi di pulau Jawa yang memiliki kekayaan sejarah dan budaya yang sangat beragam. Selain memiliki alam yang indah, Jawa Barat juga memiliki bangunan-bangunan ikonik dan bersejarah yang masih berdiri hingga saat ini.

Bangunan-bangunan tersebut dibangun pada zaman yang berbeda, dengan fungsi dan latar belakang sejarah yang beragam.

Dilansir dari akun instagram @, terdapat lima kabupaten dan kota di Jawa Barat yang memiliki gedung ikonik yang bersejarah. Berikut 5 bangunan ikonik tersebut.

Gedung Sate merupakan salah satu bangunan populer di Jawa Barat yang berlokasi di Kota Bandung. Bangunan ini digunakan sebagai kantor untuk gubernur Jawa Barat. Pada awalnya, Gedung Sate berfungsi sebagai pusat administrasi pemerintahan Hindia Belanda dan memiliki nama Gouvernements Bedrijven yang artinya kantor pemerintahan daerah.

Gedung Sate dibangun mulai 27 Juli 1920 dan selesai pada tahun 1924. Desain bangunan ini dibuat oleh arsitek asal Belanda yaitu Ir. J. Gerber, dengan perpaduan gaya arsitektur Neoklasik dan Art Deco.

Sesuai dengan namanya, gedung ini memiliki ornamen yang menyerupai tusuk sate di bagian atasnya. Terdapat 6 ornamen sate yang melambangkan jumlah dana yang dipakai untuk membangun gedung tersebut, yaitu enam juta gulden.

Bangunan ini memiliki empat lantai, satu lantai basement, serta sebuah ruang yang berada di bagian puncak gedung.

Gedung Sate juga menjadi ikon kota dan daya tarik wisata sejarah yang sering dikunjungi masyarakat. Gedung Sate memiliki museum yang berisi tentang sejarah Gedung Sate, Kota bandung, dan Provinsi Jawa Barat.

Alamat: Jl. Diponegoro No.22, Citarum, Kec. Bandung Wetan, Kota Bandung, Jawa Barat.

Istana Bogor merupakan bangunan bersejarah di Kota Bogor. Istana ini dibangun pada tahun 1744 hingga 1750 dan menjadi salah satu kantor urusan kepresidenan di Indonesia, hingga kediaman resmi Presiden Indonesia.

Mengutip dari Kementerian Sekretariat Negara Republik Indonesia, pada masa kolonial Belanda, tempat ini digunakan sebagai tempat peristirahatan orang Belanda yang bekerja di Batavia. Lokasi ini dipilih, karena orang Belanda menganggap bahwa Batavia terlalu ramai dan panas, sehingga mereka mencari tempat sejuk di luar Batavia.

Sebelum bernama Istana Bogor, tempat ini awalnya memiliki nama Buitenzorg yang artinya bebas masalah atau kesulitan. Namu tersebut diberi oleh Gubernur Jenderal van Imhoff, ia juga membuat sketsa bangunan dengan mencontoh Blenheim Palace, kediaman Duke of Marlborough.

Setelah kemerdekaan, lebih tepatnya pada Januari 1950, tempat ini berfungsi sebagai kantor dan kediaman resmi presiden.

Alamat: Jalan Ir. H. Juanda No.1, Kelurahan Paledang, Kecamatan Kota Bogor Tengah, Kota Bogor, Jawa Barat.

Pendopo Bupati Cianjur dibangun pada tahun 1780 dan menjadi simbol pemerintahan daerah sejak masa lalu. Sejak jaman dulu, tempat ini digunakan sebagai kediaman resmi bupati Cianjur.

Arsitektur bangunan ini memiliki gaya Eropa dan tradisional. Pada bagian depan, terdapat teras dengan tiang-tiang bergaya Eropa. Tempat ini memiliki pintu dan jendela yang besar, serta atap dari genteng yang bertingkat.

Tempat ini berlokasi di dekat Alun-alun Cianjur dan Masjid Agung Cianjur, yang merupakan pusat Kota Cianjur.

Alamat: Jalan Siti Jenab, Pamoyanan Kecamatan Cianjur, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.

Keraton Kasepuhan Cirebon merupakan salah satu keraton tertua di Indonesia. Keraton ini menjadi pusat pemerintahan serta budaya Kesultanan Cirebon.

Keraton Kasepuhan terdiri dari dua kawasan bangunan bersejarah. Kawasan pertama adalah Dalem Agung Pakungwati yang dibangun pada tahun 1430 oleh Pangeran Cakrabuana. Kawasan kedua adalah kompleks Keraton Pakungwati, yang kini dikenal sebagai Keraton Kasepuhan, dan didirikan oleh Pangeran Mas Zainul Arifin pada tahun 1529 M.

Hingga sekarang, keraton ini masih dijaga dan dilestarikan sebagai warisan budaya. Terdapat museum yang dapat menambah pengetahuan tentang sejarah Cirebon. Di dalamnya terdapat berbagai koleksi bersejarah, seperti kereta Singa Barong, berbagai jenis senjata perang, naskah kuno, peralatan makan peninggalan VOC, serta ukiran kayu dan lukisan. Terdapat juga situs Sirara Denok yang pernah digunakan sebagai tempat menyimpan benda pusaka.

Di kawasan Petilasan Dalem Agung Pakungwati juga terdapat reruntuhan keraton lama. Selain itu, di sekitar area tersebut terdapat susunan batu karang yang menyerupai Goa Sunyaragi, serta tiga buah sumur keramat yang dianggap sakral.

Alamat: Jl. Kasepuhan No.43, Kesepuhan, Kec. Lemahwungkuk, Kota Cirebon, Jawa Barat.

Gedung Juang Tambun berlokasi di Kabupaten Bekasi. Bangunan ini memiliki peran penting dalam sejarah perjuangan bangsa Indonesia ketika masa kolonial Belanda.

Tempat ini dulu dibangun oleh saudagar Tionghoa, Khouw Van Tamboen. Gedung tersebut sempat dijadikan tempat tinggal hingga kantor.

Saat ini, Gedung Juang Tambun digunakan sebagai Museum Bekasi. Museum ini menghadirkan informasi secara digital tentang gedung dan Kabupaten Bekasi. Untuk waktu operasional, museum ini buka hari Selasa – Minggu pada pukul 08.00 – 16.00 WIB. Tutup pada hari Senin dan libur nasional.

Alamat: Jl. Sultan Hasanudin No.39, Mekarsari, Kec. Tambun Sel., Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

1. Gedung Sate

2. Istana Bogor

3. Pendopo Bupati Cianjur

4. Keraton Kasepuhan

5. Gedung Juang Tambun





Keraton Kasepuhan Cirebon merupakan salah satu keraton tertua di Indonesia. Keraton ini menjadi pusat pemerintahan serta budaya Kesultanan Cirebon.

Keraton Kasepuhan terdiri dari dua kawasan bangunan bersejarah. Kawasan pertama adalah Dalem Agung Pakungwati yang dibangun pada tahun 1430 oleh Pangeran Cakrabuana. Kawasan kedua adalah kompleks Keraton Pakungwati, yang kini dikenal sebagai Keraton Kasepuhan, dan didirikan oleh Pangeran Mas Zainul Arifin pada tahun 1529 M.

Hingga sekarang, keraton ini masih dijaga dan dilestarikan sebagai warisan budaya. Terdapat museum yang dapat menambah pengetahuan tentang sejarah Cirebon. Di dalamnya terdapat berbagai koleksi bersejarah, seperti kereta Singa Barong, berbagai jenis senjata perang, naskah kuno, peralatan makan peninggalan VOC, serta ukiran kayu dan lukisan. Terdapat juga situs Sirara Denok yang pernah digunakan sebagai tempat menyimpan benda pusaka.

Di kawasan Petilasan Dalem Agung Pakungwati juga terdapat reruntuhan keraton lama. Selain itu, di sekitar area tersebut terdapat susunan batu karang yang menyerupai Goa Sunyaragi, serta tiga buah sumur keramat yang dianggap sakral.

Alamat: Jl. Kasepuhan No.43, Kesepuhan, Kec. Lemahwungkuk, Kota Cirebon, Jawa Barat.

Gedung Juang Tambun berlokasi di Kabupaten Bekasi. Bangunan ini memiliki peran penting dalam sejarah perjuangan bangsa Indonesia ketika masa kolonial Belanda.

Tempat ini dulu dibangun oleh saudagar Tionghoa, Khouw Van Tamboen. Gedung tersebut sempat dijadikan tempat tinggal hingga kantor.

Saat ini, Gedung Juang Tambun digunakan sebagai Museum Bekasi. Museum ini menghadirkan informasi secara digital tentang gedung dan Kabupaten Bekasi. Untuk waktu operasional, museum ini buka hari Selasa – Minggu pada pukul 08.00 – 16.00 WIB. Tutup pada hari Senin dan libur nasional.

Alamat: Jl. Sultan Hasanudin No.39, Mekarsari, Kec. Tambun Sel., Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

4. Keraton Kasepuhan

5. Gedung Juang Tambun