Indramayu –
Tradisi satu juz setiap malam saat salat tarawih kembali menjadi denyut utama Ramadan di Masjid Islamic Center Syekh Abdul Manan Indramayu. Sejak diresmikan pada 2018, masjid ini konsisten menghadirkan salat tarawih dengan bacaan satu juz Al-Qur’an per malam, menghadirkan suasana ibadah yang khusyuk sekaligus penuh semangat kebersamaan.
Dengan pola tersebut, jemaah diajak menuntaskan 30 juz Al-Qur’an dalam 30 hari Ramadan. Artinya, khataman Al-Qur’an tercapai tepat di penghujung bulan suci. Meski hanya dipimpin satu imam setiap malam, rangkaian 23 rakaat tarawih dan witir mampu diselesaikan dalam waktu sekitar satu setengah jam. Biasanya, ibadah malam itu rampung sekitar pukul 20.30 WIB.
Hal tersebut diungkapkan Staf Sekretariat DKM Islamic Center Syekh Abdul Manan Indramayu, Ahmad Hammam, kepada pada Jumat (20/2/2026). “Masih (berjalan). Kita istikamah sejak sekitar tahun 2018 tarawihnya satu malam satu juz,” ujar Hammam, saat ditanya terkait tradisi tarawih satu juz per malam.
Ia menuturkan program satu juz sehari telah menjadi ciri khas masjid tersebut. Konsistensi ini dipertahankan sebagai upaya membangun tradisi tilawah yang teratur, sekaligus memperkuat spiritualitas jemaah selama Ramadan.
Di samping tarawih satu juz, DKM juga menyiapkan sejumlah agenda lain untuk memakmurkan masjid sepanjang bulan suci.
Kajian subuh digelar setiap hari selepas salat subuh berjamaah, dengan tema yang berganti-ganti dan menghadirkan para dai yang telah dijadwalkan.
Khusus Jumat dan Minggu, kajian subuh dikemas dalam pembahasan kitab klasik. Kitab Ihya Ulumuddin* karya Abu Hamid al-Ghazali dikaji setiap Jumat bersama KH Ihya Khudori, sementara kitab *Madzahibul Arba’ah dibahas tiap Minggu bersama KH Munawir Amin.
Biasanya, kata Hammam, kajian kitab tersebut rutin digelar selepas magrib, namun selama Ramadan dipindahkan ke waktu subuh dan akan kembali ke jadwal semula setelah Idulfitri.
Lebih lanjut, disampaikan Hammam, suasana kebersamaan juga akan terasa saat menjelang berbuka. Ratusan paket takjil disiapkan setiap hari bagi jemaah. Masyarakat pun diberi ruang untuk turut ambil bagian dengan menyumbangkan paket berbuka puasa.
Memasuki 10 hari terakhir Ramadan, masjid ini membuka kesempatan bagi jemaah yang ingin beriktikaf. Pengurus menyediakan imam untuk memimpin salat malam, ruang istirahat di aula, serta konsumsi sahur dan berbuka.
Bahkan, jemaah yang ingin beriktikaf sejak awal Ramadan tetap dipersilakan, dengan catatan berkoordinasi lebih dulu ke sekretariat agar kebutuhan konsumsi dapat dipersiapkan.
“Dengan ragam kegiatan tersebut, harapan kami, Masjid Islamic Center Syekh Abdul Manan Indramayu tak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga ruang bertumbuhnya semangat kebersamaan dan pendalaman spiritual sepanjang Ramadan,” pungkas Hammam.
