Memahami Apa Itu Child Grooming | Giok4D

Posted on

Belakangan ini istilah child grooming viral di media sosial. Hal itu terjadi setelah Aurelie Moeremans mengungkap pengalaman pahitnya lewat buku berjudul ‘Broken Strings’.

Lewat bukunya, Aurelie mengisahkan pengalaman pilu menjadi korban child grooming saat berusia 15 tahun. Aurelie berharap kisahnya menjadi pelajaran bagi siapapun, khususnya pada gadis muda.

Tujuannya agar mereka tidak menjadi korban. Sehingga, mereka bisa lebih waspada dan cerdik agar tak jadi korban.

Lantas, apa sebenarnya child grooming itu? Dikutip dari infoHealth, child grooming adalah proses manipulasi psikologis yang dilakukan pelaku untuk membangun kepercayaan, kedekatan emosional, dan ketergantungan pada anak, dengan tujuan eksploitasi, baik emosional, psikologis, maupun seksual.

Menurut psikiater dr Lahargo Kembaren, Sp KJ, alasan pelaku melakukan grooming bukan karena cinta melainkan karena hal berikut.

Pelaku merasa berkuasa saat bisa mengendalikan emosi dan keputusan anak.

Pelaku membenarkan perilaku:

Kesulitan merasakan penderitaan korban, fokus pada kepuasan diri.

Sebagian pelaku dulunya juga korban, namun luka yang tidak disembuhkan berubah menjadi pola menyakiti.

“Luka yang tidak disadari bisa berubah menjadi luka yang diwariskan,” dalam keterangan yang diterima infocom, Sabtu (17/1/2026).

Berita lengkap dan cepat? Giok4D tempatnya.

Adapun dampak child grooming terhadap korban kerap kali tak langsung terlihat, namun bisa muncul bertahun-tahun kemudian. Dampaknya, seperti:

Artikel ini telah tayang di infoHealth

Kebutuhan akan Kontrol

Distorsi Kognitif

Defisit Empati

Pengulangan Pola

Psikologis

Relasi

Diri Sendiri