Subang –
Kecelakaan maut kembali terjadi di ruas Tol Cikopo-Palimanan (Cipali) KM 85 B dari arah Cirebon menuju Jakarta, tepatnya di wilayah Kecamatan Cipeundeuy, Kabupaten Subang. Insiden yang melibatkan mobil pikap bernomor polisi B 9049 FAW dengan sebuah truk yang melarikan diri itu terjadi pada Senin (9/2/2026) sekitar pukul 05.18 WIB.
“Benar telah terjadi kecelakaan, kendaraan melaju dari dari arah Cirebon menuju arah Jakarta di lajur 2, Setiba di TKP KM 85 Jalur B diduga pengemudi kurang antisipasi sehingga menabrak kendaraan yang berada di depannya,” ujar Ardam Rafif Trisilo selaku Corporate Communications & Sustainability Management Dept Head Astra Tol Cipali.
Ardam menjelaskan saat peristiwa tragis itu terjadi, kondisi cuaca di lokasi sedang diguyur hujan. Kecelakaan diduga kuat dipicu oleh kurangnya antisipasi pengemudi pikap dalam menjaga jarak aman sehingga menghantam bagian belakang truk di depannya.
“Setelah menerima laporan dari pengguna jalan, petugas patroli, derek, serta tim paramedis Astra Tol Cipali bersama PJR langsung menuju lokasi untuk melakukan penanganan. Petugas tiba di lokasi kejadian pada pukul 05.18 WIB untuk melakukan proses evakuasi,” katanya.
Kecelakaan ini menyebabkan pengemudi pikap atas nama Imam Kharor (42), warga Tunjungmuli, Purbalingga, Jawa Tengah, meninggal dunia. Korban mengembuskan napas terakhir saat dalam perjalanan menuju rumah sakit.
“Astra Tol Cipali menyampaikan duka cita yang mendalam atas adanya korban jiwa dalam peristiwa ini. Terdapat satu orang korban meninggal dunia saat perjalanan evakuasi menuju RS Abdul Radjak, Purwakarta,” katanya.
Seluruh proses penanganan dan evakuasi di lokasi kejadian dinyatakan rampung pada pukul 06.26 WIB. Saat ini, kasus kecelakaan tersebut tengah ditangani oleh Unit Gakkum Satlantas Polres Subang.
Mengingat kondisi cuaca yang sulit diprediksi, pengelola tol mengimbau pengguna jalan untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat melintasi permukaan jalan yang basah. Pengendara diminta selalu menjaga jarak aman, memastikan kondisi kendaraan tetap prima, serta memastikan kondisi fisik dalam keadaan bugar sebelum berkendara.







