Bandung –
Informasi dalam artikel ini tidak ditujukan untuk menginspirasi siapa pun melakukan tindakan serupa. Bila Anda merasakan gejala depresi dengan kecenderungan berupa pemikiran untuk bunuh diri, segera konsultasikan persoalan Anda ke pihak-pihak yang dapat membantu, seperti psikolog, psikiater, ataupun klinik kesehatan mental.
Fajar belum sepenuhnya menyingsing di Kampung Karangsinom, Desa Wadas, Kecamatan Telukjambe Timur, Kabupaten Karawang, saat sebuah kabar duka memecah kesunyian Rabu (11/2/2026) sekitar pukul 04.30 WIB. Seorang pria berinisial YFT (32) ditemukan tak bernyawa di kamar kontrakannya setelah sebelumnya berselisih dengan sang kekasih via Whatsapp.
Kasi Humas Polres Karawang Ipda Cep Wildan menuturkan, tragedi ini bermula dari layar ponsel. YFT, seorang karyawan swasta asal Baleendah, Kabupaten Bandung, terlibat adu mulut melalui aplikasi pesan singkat WhatsApp dengan kekasihnya SW (24).
“Korban bernama YFT (32) seorang karyawan swasta, warga Komplek Griya Prima Asri, Kelurahan Bojongmalaka, Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung. Yang bermukim di Desa Wadas, awalnya terlibat cekcok di pesan Whatsapp,” kata Wildan, dalam keterangan resmi yang diterima.
Khawatir dengan ancaman YFT, SW sang kekasih segera bergegas menuju kontrakan korban di Kecamatan Telukjambe Timur. Namun, kekhawatirannya berubah menjadi kenyataan pahit. Ia mendapati kekasihnya sudah dalam posisi tergantung di jendela kamar kost.
“SW yang mendatangi rumah kost kekasihnya, melihat korban sudah dalam keadaan tergantung, ia lalu menurunkan yang dalam keadaan tergantung dengan kain ulos yang ada di dalam kamar kost. Setelah itu meminta bantuan kepada teman korban berinisial ABH dan membawanya ke RS Mandaya,” kata dia.
Upaya penyelamatan dilakukan dengan cepat. SW dibantu rekan korban berinisial ABH langsung melarikan YFT ke RS Mandaya. Namun, takdir berkata lain. Nyawa pria berusia 32 tahun itu diduga sudah tidak tertolong sejak masih berada di lokasi kejadian.
Pihak rumah sakit dan rekan korban kemudian melaporkan kejadian ini kepada pihak kepolisian, “Kami langsung melakukan pengecekan dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), untuk jasad korban kami bawa ke RSUD Karawang untuk di lakukan Visum luar,” pungkasnya.
Kini, jenazah YFT telah dievakuasi ke RSUD Karawang. Kasus ini menjadi pengingat kelam tentang betapa fatalnya dampak dari sebuah konflik yang tak terkelola, hingga berakhir pada keputusan tragis di ujung tali.
