Malam yang Masih Jadi Misteri untuk Heni Saat Ziarah di Tasikmalaya

Posted on

Tasikmalaya

Kasus kekerasan yang menimpa Heni Nurhayati (45) seperti masih menjadi misteri. Dia menjadi korban penganiayaan setelah tubuhnya ditemukan terkapar di saluran air dengan luka bacokan.

Titik terang sebetulnya sudah muncul setelah polisi mengamankan seorang pria yang diduga terkait dengan kasus tersebut. Namun, penyelidikan perkara itu terbilang pelik lantaran pria itu masih berstatus sebagai saksi.

“Bukan menangkap, kita mengamankan yang diduga terkait, ini dilakukan berdasarkan keterangan korban sekilas saja,” kata Kapolres Tasikmalaya Kota, AKBP Andi Purwanto, Kamis (12/3/2026) dini hari.

Saat kejadian, korban ditemukan warga terkapar bersimbah darah di selokan kawasan pesawahan sekitar kampungnya pada pukul 13.00 WIB. Padahal sebelumnya, perempuan yang jadi kepala rumah tangga tunggal ini pamit kepada keluarganya untuk membersihkan makam anaknya.

Beruntung saat itu, keberadaan Heni yang terluka segera diketahui warga yang melintas. Dia segera ditolong dan sampai sore ini masih menjalani perawatan intensif di RSUD dr Soekardjo Tasikmalaya.

Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, sebelum kejadian korban pamit dari rumah hendak ke tempat pemakaman. Korban berniat membersihkan makam anaknya, yang belum lama ini meninggal.

Menurut Andi, kondisi korban belum stabil meski sudah tersadar dari pingsan. Hal ini menyebabkan keterangan yang didapat polisi belum bisa maksimal. Andi pun mengaku turun langsung untuk menyelidiki kasus ini.

“Tadi saya ke rumah sakit, saya cek si korban, ternyata korban itu ada jahitan luka di mata, luka jahitan di tangan dan saat ini kondisinya masih belum stabil,” kata Andi.

Meski demikian, gambaran umum dari kejadian ini perlahan sudah terpetakan. Ada seseorang yang sempat bertemu dengan korban sebelum insiden berdarah itu terjadi.

Berdasarkan kronologi sementara, korban awalnya berangkat dari rumah untuk berziarah dan membersihkan makam anaknya yang baru 40 hari meninggal. Di lokasi itu, dia melihat seorang pria yang sedang memancing di saluran air. Pria inilah yang sudah diamankan polisi untuk dimintai keterangan.

“Kita masih pelajari karena berdasarkan keterangan sementara, pada saat ibu ini mau datang ke makam anaknya yang baru meninggal 40 hari. Tiba-tiba dia melihat seseorang yang sedang mancing,” kata Andi.

Dijelaskan pula, saat itu tidak ada saksi lain di lokasi kejadian. Hanya ada korban dan pemancing tersebut. Terkait motif penganiayaan, sejauh ini polisi belum bisa memastikan apakah aksi ini dilatarbelakangi perampokan, dendam, atau motif lainnya.

“Motif belum terungkap karena tadi kondisi korban masih belum stabil. Kemudian pada saat kejadian hanya ada korban dan orang tersebut,” kata Andi.

Andi juga menegaskan komitmen jajarannya untuk mengusut tuntas perkara ini hingga benderang. “Intinya sampai saat ini kita masih melakukan penyelidikan, kami mohon doa mudah-mudahan perkara ini bisa terungkap,” kata Andi.

Menilik profilnya, korban merupakan seorang janda yang sudah lama bercerai. Heni memiliki empat orang anak, yang salah satu di antaranya meninggal dunia belum lama ini.