Isonah, warga Desa Tenajar, Kecamatan Kertasemaya, Kabupaten Indramayu, menatap atap rumahnya dengan penuh kecemasan malam itu. Di atap itulah, sarang tawon Vespa affinis bersembunyi, menyimpan ancaman serius bagi keluarganya dan warga sekitar.
Ancaman itu nyata. Sebelum bantuan datang, tawon yang dikenal agresif itu sudah menyengat enam warga di lingkungannya. Meskipun sengatan hanya menyebabkan luka ringan, insiden ini cukup menimbulkan keresahan dan membuat suasana kampung mencekam.
Demi mencegah risiko yang lebih besar, Isonah menghubungi petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Pos Jatibarang pada Kamis malam. Panggilan tersebut memicu penanganan sarang tawon yang menempel di lisplang rumahnya di Blok Lapang RT 06/RW 03 Desa Tenajar.
“Waktu itu saya sudah takut, apalagi anak-anak sering bermain di sekitar rumah,” tutur Isonah. Ia khawatir jika sarang dibiarkan lebih lama, jumlah korban bisa bertambah.
Petugas Damkar yang dipimpin Komandan Regu I, Faozan, langsung bergerak cepat. Namun, proses eksekusi tidak bisa dilakukan secara gegabah. Tawon vespa dikenal sangat agresif dan berbahaya, sehingga petugas harus memastikan kondisi benar-benar aman sebelum sarang dimusnahkan.
Selama hampir dua jam, Isonah dan warga sekitar menunggu dengan perasaan campur aduk. Dari kejauhan, mereka menyaksikan petugas bekerja menggunakan peralatan lengkap, mengantisipasi serangan tawon yang sewaktu-waktu terjadi.
Sekitar pukul 22.40 WIB, eksekusi selesai. Sarang tawon berhasil dimusnahkan tanpa menimbulkan korban tambahan. Kelegaan pun menyelimuti Isonah dan warga lainnya.
“Terima kasih kepada petugas yang cepat datang,” ujar Isonah dengan nada lega.
Penanganan tersebut melibatkan empat personel Damkar Pos Jatibarang, yaitu Faozan, Muhamad Yusup, Wartaka, dan Jaya.
Damkar kembali mengingatkan masyarakat agar tidak mencoba menangani sarang tawon secara mandiri.
Bagi Isonah, kejadian ini menjadi pelajaran berharga. Ia berharap warga lain tak ragu untuk segera melapor jika menemukan ancaman serupa, demi keselamatan bersama.
