Jakarta –
Para arkeolog menemukan kompleks makam elite yang diperkirakan berasal dari abad ke-14 sebelum Masehi (SM) di situs Hala Sultan Tekke, Siprus. Di dalamnya, ditemukan beragam barang mewah impor yang menunjukkan bahwa praktik perdagangan jarak jauh telah berkembang pesat pada masa itu.
Hala Sultan Tekke merupakan pusat perkotaan yang berdiri sekitar 1650-1630 SM, pada masa transisi dari Zaman Perunggu Tengah ke Zaman Perunggu Akhir. Melansir detikEdu, kota ini berkembang selama hampir lima abad sebelum akhirnya hancur dan ditinggalkan sekitar 1150 SM. Pada puncak kejayaannya, kawasan seluas sedikitnya 25 hektare itu menjadi salah satu pusat penting di Mediterania timur.
Bukti Persimpangan Dunia Zaman Perunggu
Penggalian makam menghasilkan temuan beragam, mulai dari tembikar lokal berkualitas tinggi, peralatan, hingga perhiasan pribadi. Namun, yang paling menonjol adalah banyaknya barang mewah impor, yang menggarisbawahi peran Hala Sultan Tekke dalam jaringan perdagangan internasional, sebagaimana dilaporkan media Siprus, KNEWS.
Keramik ditemukan berasal dari daratan Yunani-terutama Berbati dan Tiryns-serta dari Kreta dan sejumlah pulau Aegea. Dari Mesir, ditemukan benda berbahan gading dan bejana yang diukir dari kalsit (alabaster) berkualitas tinggi.
Jejaring dagang yang lebih luas juga dibuktikan dengan temuan lapis lazuli dari tambang Sar-i-Sang di Afghanistan, karnelian dari Gujarat, India, serta amber dari wilayah Baltik. Sebagian bahan tersebut telah dibentuk menjadi manik-manik dan ornamen berbentuk kumbang. Para peneliti memperkirakan material eksotis itu tiba di Siprus melalui jalur perdagangan kompleks yang melibatkan perantara dari Yunani Mikenai, Mesir, dan Mesopotamia.
Selain itu, tembikar dari budaya Nuragik di Sardinia memperkuat bukti hubungan lintas wilayah tersebut. Temuan ini sejalan dengan bukti sebelumnya bahwa batangan tembaga berbentuk “kulit sapi” dari Siprus diekspor ke Sardinia, menegaskan posisi strategis pulau itu dalam perdagangan Mediterania pada Zaman Perunggu.
Bertumpu pada Produksi Tembaga
Kemakmuran Hala Sultan Tekke sebagian besar ditopang oleh produksi tembaga. Tumpukan terak, sisa tungku, wadah peleburan, dan fragmen bijih menunjukkan aktivitas metalurgi intensif di dalam kota. Tembaga yang ditambang dari Pegunungan Troodos diproses secara lokal, lalu dikirim melalui pelabuhan terlindung di kota tersebut.
Antara pertengahan abad ke-15 hingga akhir abad ke-13 SM, pelabuhan ini menarik pedagang dari berbagai kawasan Mediterania, menjadikannya simpul perdagangan utama pada masanya.
Jejak Kehidupan dan Struktur Sosial
Stratigrafi makam menunjukkan bahwa kompleks pemakaman digunakan kembali selama beberapa generasi. Sisa jenazah sebelumnya ditata ulang dengan hati-hati untuk memberi ruang bagi penguburan baru, mencerminkan kuatnya ikatan kekerabatan dan kesinambungan keluarga.
Penggunaan jangka panjang itu juga menghasilkan lapisan stratigrafi yang jelas, yang membantu peneliti menyempurnakan kronologi situs melalui analisis barang kubur, khususnya tembikar.
Analisis awal mengindikasikan bahwa individu dari berbagai kelompok usia dimakamkan di sana, mulai dari bayi hingga orang dewasa. Namun, hanya sedikit yang diperkirakan hidup melampaui usia 40 tahun, sejalan dengan rendahnya harapan hidup pada periode tersebut. Studi lanjutan, termasuk analisis DNA kuno, tengah dilakukan untuk mengungkap pola kekerabatan, kondisi kesehatan, dan kehidupan sehari-hari masyarakat setempat.
Menurut Departemen Kepurbakalaan Siprus, temuan ini kembali menegaskan status Hala Sultan Tekke sebagai pusat ekonomi dan budaya utama pada Zaman Perunggu Akhir. Kekayaan artefak dalam makam menunjukkan bahwa kompleks tersebut kemungkinan milik keluarga elite yang terlibat dalam ekspor tembaga dan perdagangan internasional. Variasi barang impor antar makam bahkan mengindikasikan kemungkinan adanya peran perdagangan khusus atau keberadaan komunitas imigran di kota pelabuhan kosmopolitan itu.
Penggalian yang berlangsung pada Mei-Juni 2025 dipimpin Profesor Peter M. Fischer dari Universitas Gothenburg bersama tim spesialis lokal dan internasional. Penelitian difokuskan di Area A kompleks pemakaman, berdasarkan hasil survei geofisika dan temuan permukaan sebelumnya.
Artikel ini sudah tayang di detikEdu







