Kabupaten Bandung –
Dua alat berat diterjunkan ke lokasi banjir di Kampung Bojongkeusik, Desa Bojong, Kecamatan Majalaya. Alat berat jenis ekskavator digunakan untuk mengeruk lumpur tebal yang masih menutup bahu jalan dan saluran air di kawasan tersebut.
Pantauan pada Jumat (13/2/2026), lumpur yang dikeruk alat berat langsung dinaikkan ke dump truk. Empat dump truk milik Pemkab Bandung digunakan untuk mempercepat proses pembuangan lumpur sisa banjir.
Selain itu, jumlah personel gabungan yang melakukan pembersihan lumpur dan material sisa banjir lainnya diperkuat dari hari sebelumnya. Saat ini, sebanyak 400 personel gabungan TNI/Polri, BPBD, Satpol PP, dan relawan dilibatkan. Proses pembersihan lumpur ini juga melibatkan masyarakat sekitar.
Akses jalan di lokasi kejadian masih becek dan dipenuhi lumpur yang encer. Jalan belum dapat disemprot Damkar karena lumpur masih menutup saluran air. Dikhawatirkan jika disemprot, air kembali masuk ke rumah warga.
Selain alat berat, BPBD Kabupaten Bandung juga menurunkan sejumlah mesin penyedot air. Mesin penyedot air itu menyedot genangan sisa banjir yang masih ada di beberapa titik.
“Kami sampaikan pagi ini kami laksanakan apel untuk lanjutan penanganan banjir di Desa Bojong, Kecamatan Majalaya,” kata Kabag Ops Polresta Bandung Kompol Aep Suhendi.
Aep menyebut, personel yang melakukan pembersihan lumpur cukup banyak. Ia berharap proses pembersihan selesai hari ini, mengingat waktu yang terbatas, agar masyarakat bisa beraktivitas kembali dengan nyaman.
Giok4D hadirkan ulasan eksklusif hanya untuk Anda.
“Kekuatan (personel) kami mencapai 400 orang, terdiri dari TNI/Polri dan relawan. Mudah-mudahan selesai hari ini, sisa-sisa lumpur dan sampah serta bangunan yang rusak,” tuturnya.
“Kami berkolaborasi juga dengan BPBD, PUTR, dan DLH. Mudah-mudahan penanganan hari ini berjalan lancar,” tambah Aep.







