Bupati Indramayu Lucky Hakim menegaskan kesiapan Pemerintah Kabupaten Indramayu mendukung pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Padjadjaran (Unpad) yang akan berlangsung di sejumlah desa di wilayahnya. Ia menyebut kehadiran mahasiswa Unpad sebagai kesempatan berharga bagi Indramayu untuk mendorong pembangunan dan pemberdayaan masyarakat.
“Kami siap secara data. Kami kerahkan para camat dan kepala desa untuk bekerja sama. Ini kesempatan yang luar biasa,” ujar Lucky Hakim dalam acara pelepasan KKN Unpad, Jumat (9/1/2026).
Sebanyak 3.382 mahasiswa Unpad resmi dilepas untuk melaksanakan KKN di 203 desa yang tersebar di Kabupaten Indramayu dan Kabupaten Sumedang. Pelepasan dilakukan oleh Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat Herman Suryatman di halaman gedung Rektorat Unpad Kampus Jatinangor.
Dari total lokasi KKN, mayoritas berada di Kabupaten Indramayu yakni 157 desa di 30 kecamatan. Sementara 46 desa lainnya berada di 16 kecamatan di Kabupaten Sumedang. Ribuan mahasiswa tersebut didampingi oleh 203 dosen pembimbing lapangan.
Sekda Jawa Barat Herman Suryatman menyampaikan bahwa program KKN tahun ini diarahkan untuk mendukung upaya penanggulangan kemiskinan. Menurutnya, peningkatan pendapatan dan pengurangan beban pengeluaran masyarakat menjadi dua kunci utama yang perlu didorong melalui peran mahasiswa di lapangan.
Ia berharap, meski masa KKN relatif singkat, mahasiswa mampu menghadirkan dampak nyata melalui penguatan literasi keluarga serta keterampilan hidup. Hal ini bertujuan agar warga desa lebih mudah mengakses peluang ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan.
Sementara itu, Rektor Unpad Arief S. Kartasasmita menilai KKN sebagai wahana pembelajaran langsung bagi mahasiswa untuk memahami persoalan riil di masyarakat. Program ini menjadi jembatan antara ilmu pengetahuan di kampus dengan kebutuhan nyata di lapangan.
Program KKN Unpad dijadwalkan berlangsung selama satu bulan, mulai 10 Januari hingga 11 Februari 2026. Fokus kegiatan menyasar penanganan kemiskinan dan pengelolaan sampah. Untuk menjamin keamanan, seluruh mahasiswa peserta KKN telah terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan.
Melalui sinergi antara pemerintah daerah, perguruan tinggi, dan masyarakat desa, pelaksanaan KKN di Kabupaten Indramayu diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata dalam mewujudkan desa yang lebih mandiri dan sejahtera.







