Luapan Sungai Cisunggalah Rendam 310 KK di Majalaya, Akses Jalan Terputus

Posted on

Bandung

Ratusan rumah terdampak banjir akibat luapan Sungai Cisunggalah di Kampung Bojong Keusik, Desa Bojong, Kecamatan Majalaya, Kabupaten Bandung, Kamis (12/2/2026) dini hari. Akses jalan utama warga terputus akibat terkepung material lumpur, kayu, dan peralatan rumah tangga.

Pantauan di lokasi, warga bahu membahu membersihkan material sisa banjir yang tertutup lumpur pada area jalan. Kemudian beberapa warga lainnya membersihkan dan mengeluarkan peralatan yang ada di dalam rumah.

Terlihat sungai tersebut berdempetan dengan rumah warga. Sehingga area sungai yang mengalami jebol langsung menghantam rumah warga. Beberapa rumah warga mengalami kerusakan berat dan ringan.

Nampak petugas dari TNI, Polri, Damkar, Satpol PP, BPBD Kabupaten Bandung, dan aparat kewilayahan telah berada di lokasi untuk membantu membersihkan material lumpur. Mereka terus berusaha membantu warga yang berada di lokasi.

“Alhamdulillah kita sudah mulai mencoba membuka akses jalur. Penting kita itu dulu, untuk buka jalur dan selanjutnya kita juga nanti dibantu dari semuanya untuk pembersihan lumpur itu,” ujar Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bandung, Asep Mahmud, saat ditemui di lokasi kejadian.

Pihaknya mengungkapkan luapan sungai tersebut berdampak pada ratusan warga di Desa Bojong, Kecamatan Majalaya dan Desa Panyadap, Kecamatan Solokan Jeruk. Petugas saat ini masih berupaya melakukan assemen di lapangan.

“Untuk jumlah yang terdampak di sini menurut asesmen yang ini kan belum tuntas ya, ada 310 KK (kepala keluarga), dan 660 jiwa. Kemudian yang rusak beratnya ada 5 rumah, yang rusak sedangnya ada 7 rumah,” katanya.

Kondisi material lumpur sisa banjir luapan Sungai Cisunggalah di Kampung Bojong Keusik, Desa Bojong, Kecamatan Majalaya, Kabupaten Bandung, Kamis (12/2/2026).Kondisi material lumpur sisa banjir luapan Sungai Cisunggalah di Kampung Bojong Keusik, Desa Bojong, Kecamatan Majalaya, Kabupaten Bandung, Kamis (12/2/2026). Foto: Yuga Hassani/

Adanya peristiwa tersebut tidak menimbulkan korban jiwa. Namun material lumpur menimpa rumah warga dan akses jalan.

“Alhamdulillah kalau korban jiwa tidak ada,” jelasnya.

Dia menambahkan lumpur menutupi rumah dan jalan warga dengan tebal. Hal tersebut membuat sejumlah alat berat langsung diturunkan guna mempercepat pembersihan lumpur.

“Lumpur dan sampah menutup jalan sepenuhnya. Saat ini, empat unit dump truck sudah dikerahkan ke lokasi untuk mengangkut material. Jika situasi memungkinkan, kami juga akan mendorong penggunaan alat berat seperti loader untuk mempercepat proses evakuasi lumpur,” pungkasnya.