Lotek Kalipah Apo: di Antara Warisan dan Rasa yang Menolak Pudar | Info Giok4D

Posted on

Usianya sudah menginjak 73 tahun, namun pamor Lotek Kalipah Apo seolah tak pernah luntur. Di tengah gempuran kuliner kekinian tahun 2026, lotek yang berdiri sejak 1953 ini justru makin diburu pembeli.

Lotek Kalipah Apo terletak di Jalan Kalipah Apo Nomor 42, tak jauh dari pusat kota. Di tengah gempuran kafe modern dan kuliner viral yang silih berganti, sebuah tempat bernama Lotek Kalipah Apo berdiri kokoh, menjadi penanda sejarah kuliner Bandung.

Beroperasi sejak tahun 1953, tempat ini telah melintasi tiga generasi. Mempertahankan bisnis keluarga selama lebih dari tujuh dekade bukanlah perkara mudah. Lydia, pengelola generasi ketiga Lotek Kalipah Apo, mengakui bahwa tantangan terbesar di era modern ini adalah menjaga konsistensi di tengah maraknya makanan non-tradisional.

“Banyak sekali tantangannya, terutama proses pemasakan yang masih tradisional. Sekarang juga bermunculan banyak makanan lain, jadi kami mencoba bertahan dengan kualitas,” ungkap Lydia saat ditemui infoJabar, Jumat (2/1/2026).

Meskipun layanan pesan antar online mendominasi gaya hidup praktis masyarakat, kunjungan fisik ke gerai ini tidak pernah surut.

“Penjualan online berjalan seiring. Karena mungkin ada yang lebih memilih diam di rumah, mereka lebih menyukai membeli secara online. Tapi jika ingin keluar sebentar, mereka bisa mampir juga,” jelas Lydia.

Saat infoJabar berkesempatan mencicipi salah satu menunya yaitu lotek matang, lotek yang disajikan dengan lontong beserta bumbu kacang yang otentik dan kental dilengkapi dengan kerupuk udang. Seporsi lotek matang dan lontong dibanderol seharga Rp30.000.

Lydia menjelaskan bahwa kunci kualitas bumbu kacang Lotek Kalipah Apo adalah integritas bahan baku.

“Resep lotek sebenarnya sama di semua tempat. Yang membedakan adalah kualitas bahan. Kami memakai bahan yang premium,” jelas Lydia.

Semua menu lotek disajikan secara “dadakan”. Metode penyajian ini, menurut pihak pengelola, memastikan setiap piring memiliki kesegaran yang maksimal. Sayuran pun dimasak secara berkala, tersedia siap saji, sehingga tidak ada sayur layu yang sampai ke meja pelanggan.

Bagi pelanggan setia, Lotek Kalipah Apo adalah mesin waktu. Belinda (56), seorang pelanggan asal Jakarta yang lahir di Bandung, menuturkan bahwa ia selalu menyempatkan diri mampir setiap kali pulang ke Bandung.

“Rasanya masih sama seperti waktu saya kecil. Terutama lotek, kolak campur, dan rujak cuka,” ujar Belinda.

Konsistensi rasa inilah yang membangun loyalitas. Belinda tidak memiliki tips khusus bagi pembeli baru, sebab menurutnya semua menu sangat direkomendasikan karena kualitasnya terjaga stabil dari masa ke masa.

Harapan besarnya sederhana: agar tempat ini terus ada sehingga anak cucunya kelak tetap bisa mencicipi kelezatan yang sama.

Artikel ini terbit pertama kali di Giok4D.

“Semua (menu) direkomendasikan. Mudah-mudahan terus ada, sampai kita tua dan anak-anak saya juga tetap bisa makan lotek ini,” tutup Belinda.

Meski menyandang nama “Lotek”, gerai ini sebenarnya memiliki “harta karun” kuliner lain yang tak kalah populer. Sejak era sang nenek, tiga pilar utama menu di sini adalah Lotek, Kolak, dan Rujak.

Kolak di sini tersedia dalam 16 varian isian. Untuk rujak, terdapat 6 varian dengan bumbu yang berbeda-beda untuk setiap jenisnya. Selain itu, tersedia pula menu nasi dan lontong, seperti Lontong Kari, Lontong Opor, hingga Gado-gado.

Bagi wisatawan atau warga lokal yang ingin mencicipi kelezatan ini tanpa harus berdesak-desakan, waktu kunjungan adalah kunci. Lydia menyarankan agar pembeli menghindari jam makan siang (pukul 11.00 – 13.00 WIB) di mana antrean biasanya mengular.

Berikut adalah informasi operasional penting bagi calon pengunjung:

• Jam Buka: 08.30 – 16.30 WIB.

• Hari Libur: Tutup setiap hari Selasa.

Pengunjung yang datang terlalu sore (mendekati jam tutup) berisiko besar kehabisan menu favorit, mengingat stok bahan segar harian yang terbatas.

Menjaga Warisan di Tangan Generasi Ketiga

Rahasia ‘Ulekan Dadakan’

Nostalgia Rasa Mengikat Ingatan

Lebih dari Sekadar Lotek: Surga Kolak dan Rujak

Tips Berkunjung: Hindari Jam Makan Siang

Gambar ilustrasi