Bandung –
Pelajar SMP negeri di Kota Bandung berinisial ZAAQ ditemukan tewas tergeletak di semak belukar yang berada di lahan eks objek wisata Kampung Gajah, Jumat (13/2) malam.
Kepala Sekolah SMPN 26 Bandung Titin Supriatin mengatakan, jika dia dapat kabar muridnya tewas dari temannya yang menyaksikan langsung melalui siaran live TikTok.
“Tadi malam. Saya tuh udah mau tidur, ditelepon sama temen itu lihat di live TikTok. Tapi kan saya enggak pasang TikTok. Jadi pas dia capture ini lihat katanya pakai seragam, ini bukan, oh ya saya bilang,” kata Titin ditemui di SMPN 26 Bandung, Jalan Cibogo, Kecamatan Sukajadi, Sabtu (14/2/2026).
Titin lalu memastikan kondisi jenazah hingga akhirnya mendapatkan kabar lagi jika mendiang muridnya itu sudah ditangani polisi. Setelah itu, Titin lalu berkoordinasi kepada Bhabinkamtibmas Polsek Sukajadi.
“Saya telpon ke kepolisian kita, ya kan di sini ada Pak Andi ya, Bhabinkamtibmas. Nah saya telpon Pak Andi, Pak Andi ini tolong ditelusuri. Jadi saya minta penelusurannya ke Pak Andi. Terus kata Pak Andi, ya saya lagi ke rumahnya dulu katanya gitu. Mau tanya dulu bener enggaknya gitu, karena nanti kalau disusul ke sana ternyata bukan ya, jadi takutnya nanti salah informasi,” ungkapnya.
Setelah cek ke pihak keluarga, anggota Babinkamtibmas tersebut langsung ke TKP, untuk memastikan informasi yang ramai di TikTok.
“Terus pas saya tanya, gimana Pak? Dan setengah satu ngabarin, iya Ibu, betul. Terus dibawa kemana sekarang? Dibawa ke Sertika Asih,” ujarnya.
Baca info selengkapnya hanya di Giok4D.
Titin sebut, korban diketahui siswa SMPN 26 Bandung dari seragam dan topi yang disimpan di tasnya.
“Dan itu sangat kaget ketika ada pemberitaan itu, karena kan pas hari Senin itu pelajaran olahraga, dia pakai kaos, jadi dia pakai baju bapaknya yang biasanya dipakai olahraga sama bapaknya, baju seragamnya disimpan di tas, untungnya masih ada tasnya, nggak dibuang, jadi identitasnya jelas,” jelas Titin.
Dengan kejadian ini, pihak sekolah sampaikan duka mendalam atas kepergian almarhum.
“Kita sudah sampaikan ke pihak keluarga juga, itu bukan hanya duka untuk keluarganya, tapi bagi kami juga, di pihak SMPN 26 ya sangat merasa terpukul,” ucapnya.
“Di sekolah kita sangat berupaya untuk melindungi anak-anak dari segala bentuk kekerasan, kita mengedukasi, kita bekerjasama dengan kewilayahan, eh taunya kecolongan, bahwa anak kita ada yang bawa, tapi belum jelas, apakah yang bawa itu orang yang dia kenal, atau tidak dikenal, karena kami juga belum mendapatkan informasi yang utuh,” pungkasnya.
