Cirebon –
Ratusan pedagang bakal meramaikan Festival Ramadan 1447 H di Jalan Siliwangi, Kota Cirebon. Pemerintah Kota (Pemkot) Cirebon menyatakan kawasan dari depan Pasar Pagi sampai sebelum Perempatan Krucuk bisa dipakai berjualan tanpa dipungut biaya.
Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah Perdagangan dan Perindustrian (DKUKMPP) Kota Cirebon Iing Daiman mengatakan lokasi tersebut memang disiapkan bagi para pedagang selama Ramadan.
“Festival Ramadan 1447 H itu mulai dari depan Pasar Pagi sampai sebelum perempatan Krucuk,” kata Iing Daiman di Kota Cirebon, Kamis (12/2/2026).
Menurut Iing, area tersebut bisa menampung hingga 504 pedagang. Ia menegaskan para pedagang bisa berjualan tanpa dikenakan biaya sewa.
“Space yang tersedia ada sebanyak 504 lapak, kemarin yang sudah masuk itu sekitar 60 persen,” kata dia.
“Dan yang perlu di-highlight adalah untuk penempatan lapak itu tidak dipungut biaya alias gratis,” sambung Iing.
Festival Ramadan ini akan beroperasi mulai sore hingga dini hari. Jenis dagangan yang diperbolehkan mulai dari kuliner dan fesyen.
“Yang diperbolehkan itu pedagang kuliner dan fesyen. Jam operasionalnya dari pukul 15.00 WIB sampai pukul 04.00 WIB,” kata dia.
Meski jumlah pedagang banyak, arus lalu lintas di Jalan Siliwangi tetap dibuka. Area yang dipakai berjualan hanya di sisi kanan dan kiri jalan masing-masing selebar dua meter.
“Lalu lalang kendaraan tetap berjalan. Jadi kami tidak menutup akses. Tapi nanti secara teknis oleh teman-teman dishub,” kata dia.
Pedagang juga tidak diperbolehkan menggunakan trotoar agar pejalan kaki tetap nyaman. Sejumlah titik seperti depan Balai Kota, Alun-alun, dan Rumah Sakit Sumber Kasih dipastikan steril dari lapak.
“Jadi memang ada beberapa titik yang tidak diperbolehkan untuk berdagang. Untuk kantung-kantung parkir sudah disiapkan,” kata Iing.
