Legenda Kuliner Bandung: Roti Gempol yang Bertahan Melintasi Zaman

Posted on

Bandung

Sesuai namanya, Roti Gempol berlokasi di Jalan Gempol, Bandung. Toko roti legendaris ini telah menjadi bagian dari sejarah kuliner Kota Kembang. Di balik aromanya yang menggoda, tersimpan kisah perjalanan dari Salatiga hingga ketangguhannya melewati badai krisis moneter.

Kedai ini mulanya bernama Homemade Bakery sebelum berganti menjadi Roti Gempol. Meski kini identik dengan Bandung, Roti Gempol sebenarnya lahir di Salatiga, Jawa Tengah, pada 1958.

Pengelola toko, Wasito, menceritakan bahwa usaha ini dirintis oleh generasi pertama keturunan Belanda. “Awalnya tahun 1958 di Salatiga, belum ke Bandung. Saat itu hanya produksi rumahan. Resepnya kemungkinan dari Belanda, karena kakek dan nenek memang keturunan Belanda,” ujar Wasito kepada, Kamis (29/1/2026).

Sekitar tahun 1991, usaha ini diboyong ke Bandung oleh generasi kedua. Bisnis justru melonjak saat krisis moneter 1998. “Alhamdulillah, puncaknya saat krisis 1997-1998. Saat toko lain tutup, kami tetap jualan dan bertahan. Hasilnya bisa untuk beli mesin dan oven baru,” tambah Wasito.

Kini dikelola generasi ketiga, toko ini konsisten menjaga kualitas. Tanpa bahan pengawet, roti di sini hanya bertahan 3-4 hari di suhu ruang. Mutu yang terjaga membuat Roti Gempol dipercaya menjadi pemasok roti untuk berbagai hotel dan kafe di Bandung.

“Sekarang banyak kafe yang buka dan ambil roti ke sini, termasuk hotel juga,” ungkap Wasito.

Beragam menu tersedia, mulai dari roti manis hingga yamin yang bisa disantap di tempat maupun dibawa pulang. Toko yang buka setiap hari pukul 06.00-20.00 WIB ini selalu ramai, terutama saat akhir pekan.