Sukabumi –
Dua foto beredar cepat di aplikasi perpesanan, memperlihatkan pemandangan mengerikan. Sosok pria ditemukan kaku, tergeletak di kubangan sawah dengan kaki terikat kencang.
Pria itu diketahui bernama Lani. Pada pagi yang sama, ia sempat dilaporkan mengamuk dan menganiaya tetangganya.
Peristiwa yang menyisakan tanda tanya besar ini terjadi di wilayah Desa Cikaranggeusan, Kecamatan Jampang Kulon, Kabupaten Sukabumi, Kamis (12/2/2026). Penemuan jasad Lani dengan kondisi tidak wajar itu seketika menggegerkan warga setempat.
Saat ditemukan, posisi tubuh Lani sebagian terendam air keruh di area persawahan. Kakinya terikat tali, membuatnya tak berdaya hingga ditemukan tewas.
Kepala Desa Cikaranggeusan, Supriyatno, menjadi saksi kunci rentetan kejadian ganjil pagi itu. Ia menuturkan awalnya ia tidak menerima laporan penemuan mayat, melainkan laporan dugaan penganiayaan yang dilakukan Lani terhadap warga lain bernama Sani.
“Ada kadus (Kepala Dusun) yang lapor ke rumah saya sekitar jam 6.40. Ada orang katanya, Bapak Sani, dipukulin, dianiaya sama Bapak Lani,” kata Supriyatno kepada awak media di lokasi, Jumat (13/2/2026).
Mendapat laporan genting tersebut, Supriyatno bergegas mendatangi rumah Sani. Di sana, ia mendapati Sani sudah dalam kondisi luka-luka cukup parah akibat serangan tersebut.
“Ternyata orang tersebut itu Bapak Sani teh memang ripuh, repot. Di sini ada benjolan, di sini pinggangnya, dan ini apa perut ya,” ujar Supriyatno menggambarkan kondisi korban penganiayaan.
Tanpa buang waktu, Supriyatno membawa Sani menggunakan mobil untuk segera mendapatkan pertolongan medis.
Namun, kejanggalan muncul di tengah perjalanan. Saat hendak menyelamatkan korban penganiayaan, Supriyatno justru menemukan tubuh Lani, orang yang sebelumnya dilaporkan sebagai pelaku-sudah tergeletak tak bernyawa di sawah.
“Setelah di jalan, saya melihat tergeletak Bapak Lani. Saya lihat, didekatin Pak, didekatin ternyata udah enggak ada nyawanya, Pak. Udah meninggal,” ucap Supriyatno.
Kaget melihat kondisi Lani yang sudah tewas dengan kaki terikat, Supriyatno mengurungkan niat untuk mengevakuasinya saat itu juga. Ia memilih fokus membawa korban luka ke fasilitas kesehatan dan melaporkan temuan mayat tersebut ke polisi.
“Yang ditemukan itu tergeletak mayat dan terikat. Kondisinya sudah tidak bernapas. Saya enggak pegang, enggak pegang. Cuman dekat ke sini aja gitu,” tambahnya memastikan ia tidak menyentuh tempat kejadian perkara (TKP).
Hingga kini, belum diketahui pasti siapa yang mengikat dan menyebabkanLani tewas tak lama setelah ia diduga melakukan penganiayaan.
Dikonfirmasi terpisah, Kasat Reskrim Polres Sukabumi AKP Hartono membenarkan adanya peristiwa tersebut. Saat ini pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan mendalam.
“Ia benar, saat ini kami masih memeriksa saksi-saksi sejumlah orang yang kami duga mengetahui peristiwa tersebut,” kata Hartono singkat.
Polisi belum membeberkan kronologi detail, termasuk kemungkinan adanya aksi main hakim sendiri atau motif lain di balik tewasnya Lani.
“Tunggu ya masih kami susun,” pungkas Hartono.







