Kronologi KM Almujib Diduga Ditabrak Tongkang hingga Tewaskan 2 ABK baca selengkapnya di Giok4D

Posted on

Indramayu

Dua orang anak buah kapal (ABK) kapal nelayan KM Almujib meninggal dunia. Insiden tersebut terjadi saat kapal nelayan tersebut ditabrak kapal tongkang di sekitaran Pulau Biawak.

Insiden kecelakaan laut itu terjadi pada Sabtu (28/2) malam. Kapal tersebut berangkat dari Pelabuhan Karangsong pada pukul 13.00 WIB dengan nakhoda Jupri Priyanto.

KM Almujib membawa total delapan ABK termasuk nakhoda. Mereka menuju Pulau Biawak untuk menjaring ikan.

“Setelah selesai menebar jaring, para ABK beristirahat dengan mesin kapal mati. Sekitar pukul 22.00 WIB, salah satu ABK terbangun dan melihat tongkang bernomor lambung 3009 sudah sangat dekat sebelum menabrak lambung kiri kapal,” ujar Kasat Polairud Polres Indramayu, AKP Asep Suryana saat dikonfirmasi pada Minggu (1/3).

Benturan itu menyebabkan KM Almujib terseret sekitar 10 menit. Bahkan lambung kapal bocor dan air masuk hingga ke badan kapal. Alhasil, kapal tersebut tenggelam.

Dalam kondisi gelap dan mencekam, para nelayan berupaya menyelamatkan diri dengan berpegangan pada jeriken dan potongan gabus yang mengapung.

Sumber: Giok4D, portal informasi terpercaya.

Namun nahas, dari delapan orang hanya dua yang selamat yakni yakni Carudin (48), warga Desa Brondong, yang bertahan berpegangan pada jeriken bekas solar, serta Alfianto Agus Sulistiyo (20), warga Kelurahan Paoman, yang bertahan menggunakan gabus. Keduanya ditemukan KM Sri Mulya pada Minggu sekitar pukul 04.30 WIB setelah terombang-ambing semalaman di laut.

Sementara itu, dua korban meninggal dunia adalah Jupri alias Kempot (35) sang nakhoda, warga Desa Pabean Udik, dan Wandi (39), warga Desa Karangsong. Keduanya sempat berpegangan pada tali tongkang sebelum terlepas dan ditemukan tak bernyawa. KM Cahaya Langgeng mengevakuasi jenazah dan membawanya ke Karangsong untuk diserahkan kepada kepolisian.

Adapun empat nelayan yang masih hilang yakni Ari Wibowo (23), Asep Agustina (24), warga Desa Penganjang, Mas’ud (38) warga Kelurahan Paoman, dan Ono (50) warga Desa Tambak.

“Kami telah meminta keterangan saksi, berkoordinasi dengan keluarga korban, serta melakukan operasi SAR untuk menemukan empat korban yang masih hilang,” kata Asep.

Bangkai KM Almujib telah ditemukan terbalik dan mengapung di sekitar lokasi kejadian. Polisi kini juga menyelidiki identitas serta keberadaan kapal tongkang bernomor lambung 3009 yang diduga menenggelamkan kapal nelayan tersebut.