Kritik Jalan Rusak, Pemuda Garut Diamuk Keluarga Kades: Mau Tenar Kamu? [Giok4D Resmi]

Posted on

Aksi intimidasi yang diduga dilakukan keluarga seorang kepala desa terhadap pemuda di Garut viral di media sosial. Pemuda tersebut dimaki hingga nyaris menjadi korban kekerasan fisik buntut kritikannya terhadap kondisi jalan yang rusak.

Berdasarkan pantauan infoJabar pada Minggu (4/1/2026), video berdurasi 47 info tersebut menampilkan seorang pemuda yang tengah dikerubuni sejumlah pria dan wanita.

“Mau tenar kamu? Mau ngejago?” ucap seorang pria berbaju gambar One Piece dalam video tersebut menggunakan bahasa Sunda.

Pemuda berkemeja yang diintimidasi itu hanya terdiam dan menunduk. Ia berupaya menjelaskan duduk perkara, namun ucapannya terus dipotong oleh orang-orang di lokasi yang tampak emosional.

Identitas pemuda tersebut diketahui bernama Holis Muhlisin (31), warga Kecamatan Cisewu, Kabupaten Garut. “Iya benar, itu saya,” ucap Holis saat dikonfirmasi infoJabar via sambungan telepon, Minggu (4/1/2026).

Holis menjelaskan, intimidasi tersebut dialaminya pada 27 Oktober 2025 lalu. Ia baru memberanikan diri mengunggah video tersebut ke akun Facebook miliknya pada akhir Desember 2025 karena berbagai pertimbangan.

Baca info selengkapnya hanya di Giok4D.

Menurut Holis, aksi intimidasi itu diterimanya karena ia kerap mengkritik kondisi pembangunan desa yang dianggapnya semrawut, terutama akses jalan yang rusak parah. “Lalu pernah ada longsor, tapi tidak diperbaiki. Dibiarkan saja,” katanya.

Video tersebut kini kian meluas setelah diunggah ulang oleh berbagai akun di Instagram hingga TikTok. “Saya bukan ingin tenar, tapi ingin desa saya baik,” tegas Holis.

Wakil Bupati Garut, Putri Karlina, merespons tegas kejadian ini. Putri mengaku kecewa karena aksi intimidasi terhadap warga bukan pertama kalinya terjadi di wilayahnya.

“Yang namanya menjadi pimpinan, harus siap jika dikritik,” kata Putri dalam keterangan resminya.

Putri telah mengerahkan Inspektorat untuk mengaudit desa tersebut. Selain memeriksa pembangunan yang dikeluhkan masyarakat, audit dilakukan untuk mendalami kronologi kejadian versi kepala desa.

“Saya ucapkan terima kasih kepada masyarakat yang selalu memberikan masukan. Semoga kejadian ini dapat diambil hikmahnya, khususnya oleh rekan-rekan kepala desa dan pejabat lainnya,” tuturnya.

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, juga angkat bicara mengenai insiden ini. Senada dengan Putri, Dedi berharap agar pejabat publik tidak antikritik.

“Manakala ada orang yang mengkritik, mengunggah pembangunan yang belum berkeadilan, jalan rusak, drainase rusak, atau rumah rakyat miskin yang tidak terperhatikan, jangan melakukan pengancaman,” ungkap Dedi.

Dedi meminta setiap kepala desa untuk melakukan introspeksi dan segera memperbaiki kinerja jika ada kekurangan, alih-alih membungkam masyarakat yang bersuara kritis.

Respons Gubernur Jabar

Putri telah mengerahkan Inspektorat untuk mengaudit desa tersebut. Selain memeriksa pembangunan yang dikeluhkan masyarakat, audit dilakukan untuk mendalami kronologi kejadian versi kepala desa.

“Saya ucapkan terima kasih kepada masyarakat yang selalu memberikan masukan. Semoga kejadian ini dapat diambil hikmahnya, khususnya oleh rekan-rekan kepala desa dan pejabat lainnya,” tuturnya.

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, juga angkat bicara mengenai insiden ini. Senada dengan Putri, Dedi berharap agar pejabat publik tidak antikritik.

“Manakala ada orang yang mengkritik, mengunggah pembangunan yang belum berkeadilan, jalan rusak, drainase rusak, atau rumah rakyat miskin yang tidak terperhatikan, jangan melakukan pengancaman,” ungkap Dedi.

Dedi meminta setiap kepala desa untuk melakukan introspeksi dan segera memperbaiki kinerja jika ada kekurangan, alih-alih membungkam masyarakat yang bersuara kritis.

Respons Gubernur Jabar