Korban Pergerakan Tanah Sukabumi Terima Rp3 Juta untuk Sewa Rumah

Posted on

Sukabumi

Pemerintah Kabupaten Sukabumi menyerahkan bantuan dana sewa hunian sementara kepada warga terdampak pergerakan tanah menjelang Hari Raya Idul Fitri. Setiap kepala keluarga menerima bantuan sebesar Rp3 juta untuk biaya sewa tempat tinggal selama enam bulan ke depan.

Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Bupati Sukabumi Asep Japar saat mengunjungi lokasi pengungsian. Dalam kesempatan itu, pemerintah daerah juga menggelar buka puasa bersama dengan warga terdampak di wilayah Bantargadung, Kabupaten Sukabumi.

“Alhamdulillah tadi saya bersama jajaran pemerintah daerah termasuk Forkopimda, BPBD, camat dan kepala desa bisa berbuka bersama warga yang terdampak pergeseran tanah di pengungsian,” kata Asep Japar, Rabu (11/3/2026).

Ia mengatakan, bantuan tersebut diberikan agar warga tidak lagi tinggal di tenda pengungsian, terlebih momentum Hari Raya Idul Fitri kini sudah semakin dekat.

“Saya menyampaikan kepada warga sekaligus memberikan uang kontrakan sejumlah Rp3 juta per kepala keluarga untuk enam bulan. Saya nggak rela melihat warga masih mengungsi, apalagi sebentar lagi Lebaran,” ujarnya.

Pemerintah daerah berharap bantuan tersebut dapat dimanfaatkan warga untuk menyewa tempat tinggal sementara sebelum relokasi permanen disiapkan. Menurut Asep, saat ini pihaknya tengah mematangkan rencana relokasi bagi warga terdampak. Beberapa opsi lahan sudah mulai dipertimbangkan, meski masih harus melalui proses kajian teknis.

“Sebenarnya bayang-bayang lahannya sudah ada, tapi kami akan mengajukan dulu ke Pemprov Jabar. Nanti dicek dulu apakah tanahnya bermasalah atau tidak. Harus dikaji jangan sampai ke depan ternyata rawan pergeseran lagi,” jelasnya.

Ia memastikan lokasi relokasi nantinya tidak akan jauh dari permukiman warga saat ini. “Lokasinya tidak jauh dari sini,” sambungnya.

Sementara itu, sebagian warga masih bertahan di pengungsian karena belum mendapatkan rumah sewa meski bantuan sudah disalurkan. Pemkab Sukabumi memastikan penyaluran dana dilakukan langsung melalui rekening masing-masing penerima guna menjamin ketepatan sasaran.

“Uangnya langsung masuk ke rekening masing-masing melalui bank Jabar. Jangan sampai ada calo. Bila perlu pihak bank juga kita hadirkan ke kecamatan,” ujarnya.

Di sisi lain, pemerintah daerah menyatakan status penanganan darurat mulai ditutup dan kini memasuki tahap transisi pemulihan. Sekadar informasi, bencana pergerakan tanah di Kabupaten Sukabumi ini telah berdampak bagi ratusan jiwa.

Data terbaru dari BPBD Kabupaten Sukabumi mencatat sebanyak 135 kepala keluarga (KK) atau 477 jiwa terdampak yang tersebar di dua desa.

Di Desa Bantargadung, tercatat 111 KK atau 364 jiwa terdampak. Sebanyak 76 KK atau 251 jiwa menghuni lokasi pengungsian terpusat, sementara 33 KK atau 107 jiwa mengungsi ke rumah kerabat, dan 2 KK atau 6 jiwa lainnya telah mulai mengontrak rumah.

Kerusakan bangunan dilaporkan cukup masif. Sebanyak 61 rumah mengalami rusak berat, 18 rumah rusak sedang, dan 10 rumah rusak ringan. Sementara itu, 8 unit rumah lainnya dinyatakan terancam jika pergerakan tanah susulan kembali terjadi.

Halaman 2 dari 2