Bandung –
Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai NasDem memulai rangkaian Safari Ramadan 2026 dengan menyambangi sejumlah daerah di Pulau Jawa. Jawa Barat menjadi titik awal perjalanan Tour de Java tersebut, dengan empat daerah pertama yang dikunjungi, yakni Bekasi, Karawang, Majalengka, dan Cirebon.
Rombongan DPP yang dipimpin langsung oleh Wakil Ketua Umum DPP Partai NasDem, Saan Mustopa, memulai safari pada 21 Februari dan dijadwalkan berakhir pada 8 Maret 2026. Agenda ini tidak hanya berisi kunjungan seremonial, tetapi juga silaturahmi ke pesantren serta konsolidasi internal partai.
Ketua DPW NasDem Jawa Barat, Mamat Rachmat, menjelaskan bahwa Safari Ramadan tahun ini merupakan rangkaian kunjungan DPP ke tiga provinsi besar di Pulau Jawa.
“Memang safari Ramadan kemarin yang dilaksanakan oleh DPP mulai tanggal 21 Februari dan akan berakhir tanggal 8 Maret, rombongan DPP tour de Java, dari Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur,” ujar Mamat, Jumat (27/2/2026).
Dari Pantura ke Selatan Jabar
Di Jawa Barat, rombongan memulai perjalanan dari wilayah Pantai Utara (Pantura). Bekasi dan Karawang menjadi titik awal sebelum bergerak ke arah timur. Nantinya, Safari Ramadan ini juga akan menyambangi wilayah selatan Jabar.
“Di Jawa Barat, kemarin melintasi wilayah Pantura dulu baru nanti ke Selatan untuk berakhir di Sukabumi. Kemarin dimulai dari Bekasi, Karawang,” katanya.
Di Karawang, agenda diisi dengan dua pendekatan berbeda. Siang hari, rombongan menyambangi pondok pesantren. Malamnya, kegiatan dilanjutkan dengan konsolidasi bersama kader partai. Hal serupa dilakukan di Majalengka dan Cirebon.
“Di Karawang konsolidasi, kalau siangnya ke pesantren malamnya dengan kader untuk konsolidasi. Kemudian ke Cirebon, mampir ke Majalengka, konsolidasi lagi di Cirebon. Dari situ lanjut ke Jawa Tengah dan Jawa Timur,” jelas Mamat yang juga anggota DPRD Jabar ini.
Kunjungan ke lembaga pendidikan Islam tersebut disebut bukan sekadar agenda rutin tahunan. Mamat menegaskan, silaturahmi ini merupakan bentuk penghargaan terhadap para kiai dan pimpinan pondok pesantren yang selama ini memiliki peran penting dalam perjalanan bangsa.
“Memang waktu Pak Saan di Jawa Barat kita selalu keliling, sekarang Pak Saan di DPP, untuk menghargai pemimpin pondok pesantren yang saat itu sama-sama berjuang, kita silaturahmi dengan pesantren dan menampung masukan-masukan,” tuturnya.
Menyerap Aspirasi Pesantren
Safari Ramadan juga menjadi ruang dialog. Sejumlah aspirasi disampaikan para tokoh pesantren, khususnya di Jawa Barat. Menurutnya, kunjungan ini sekaligus menjadi momentum menyambut bulan suci Ramadan dengan mempererat hubungan antara partai dan kalangan ulama.
“Banyak, di Jawa Barat ada soal hilangnya hibah pesantren, masalah tenaga kerja, bagaimana membangun masa depan santri,” ungkap Mamat.
“Jadi tujuan pertama mendekatkan diri pada kalangan pesantren ya menyambut bulan Ramadan, mungkin tidak semua bisa didatangi untuk diskusi di tingkat DPP,” lanjut dia.
Selain menyerap aspirasi, pesan utama yang dibawa dalam safari ini adalah memperkuat komunikasi dan menjaga persatuan.
“Membangun komunikasi dengan tokoh kiai untuk menjaga kesatuan dan persatuan. Ini bentuk penghargaan pemimpin bangsa terhadap keberadaan pesantren yang memang memiliki kontribusi besar pada berdirinya bangsa ini,” tegas Mamat.
Penguatan Struktur Partai
Tak hanya menyasar eksternal, Safari Ramadan juga dimanfaatkan untuk memperkuat soliditas internal. Dalam forum konsolidasi bersama kader di berbagai daerah, DPP memberikan motivasi dan arahan strategis.
“Lebih kepada penguatan struktur partai yang selama ini mungkin di lapangan, DPP memberikan motivasi bahwa kita ke depan harus menjadi partai lebih besar,” ujarnya.
Rangkaian Safari Ramadan di Jawa Barat akan berlanjut ke Garut pada 6 Maret, Kota Bandung pada 7 Maret, dan berakhir di Sukabumi pada 8 Maret 2026.
“







