Konsistensi Rasa di Balik 25 Tahun Perjalanan Lotek Mustikasari

Posted on

Bandung

Lezat, itulah kata pertama yang umumnya akan Anda ucapkan saat mencicipi Lotek Mustikasari yang dijual ldi Jalan Rancabolang, Kelurahan Sekejati, Kecamatan Buahbatu, Kota Bandung. Makanan tradisional khas Jawa Barat ini sangat tersohor di wilayah Bandung Timur. Pasalnya, Lotek Mustikasari telah menjadi kuliner legendaris di kawasan tersebut.

Jika Anda ingin mencicipi Lotek Mustikasari, jangan heran jika harus antre. Pelanggan kuliner satu ini cukup banyak, hal itu terbukti dari deretan pengunjung yang rela menunggu demi mendapatkan seporsi lotek legendaris ini.

berkesempatan berkunjung ke kedai Lotek Mustikasari. Lotek ini ‘diproduksi’ dari gerobak yang berlokasi tepat di seberang area parkir Borma Rancabolang. Jika bingung mencarinya, titik lokasi lotek ini sudah tersedia di aplikasi Google Maps.

Satu porsi lotek dibanderol Rp23 ribu. Pilihannya beragam, mulai dari lotek polos, lotek tahu, lotek lontong, hingga lotek lontong tahu. Pengunjung bisa makan di tempat dengan duduk di kursi plastik yang disediakan, atau bisa juga dibungkus. Bagi Anda yang ingin membawa pulang, bumbu lotek bisa dipisah dengan biaya tambahan Rp2 ribu.

Menariknya, lotek di sini dibuat di cobek batu berukuran besar. Bumbu kacang dan gula kawung sebagai bahan utama diulek secara bersamaan dalam jumlah melimpah.

Lotek Mustikasari.Lotek Mustikasari. (Foto: Wisma Putra/)

juga berkesempatan mencicipi lotek tahu. Untuk menambah cita rasa, lotek ini disajikan dengan alas daun pisang. Saat menyantapnya, bumbu kacangnya terasa kental dengan aroma rempah yang kuat. Jika suka pedas, jangan lupa tambahkan cabai. Cabai di Lotek Mustikasari dijamin bikin mata melek!

Asep, penerus usaha Lotek Mustikasari mengatakan, usaha ini merupakan warisan dari sang ayah. “Lotek Mustikasari didirikan almarhum bapak di Tahun 2000-an. Namanya Edi Kosasih,” kata pria berusia 32 tahun itu.

Asep berujar, lokasi jualan lotek ini masih bertahan di Jalan Rancabolang sejak pertama kali didirikan. “Dulu jualan di sini, tapi tempat belum seperti ini,” tambahnya.

Menurut Asep, pembeda antara lotek buatannya dengan lotek lainnya terletak pada kualitas kacangnya. “Kita punya cobek yang besar, pure kacang semua, sayuran juga fresh,” tambahnya.

Saking ‘borosnya’ dengan kacang yang menjadi bahan baku utama, Asep menyebutkan bahwa ia tidak pernah menghitung takaran pasti per porsi, namun total kacang yang digunakan bisa mencapai 35-40 kilogram.

Lotek Mustikasari.Lotek Mustikasari. (Foto: Wisma Putra/)

Selain lotek, Asep menyebutkan di tempatnya tersedia karedok dan rujak ulek. “Tapi kebanyakan yang laku lotek,” tuturnya.

Disinggung mengenai cara mempertahankan usaha warisan sang ayah, Asep menyebutkan hingga kini ia konsisten menjaga cita rasa agar tidak berubah. “Kita gunakan resep keluarga, kita pakai kacang full dan tidak mengubah resep,” ujarnya.

Salah seorang pembeli, Wiwin (34), mengaku sudah lama menjadi pelanggan setia di Lotek Mustikasari. “Wah sudah sejak dulu, sejak masih ada almarhum mamah suka beli di sini. Loteknya enak, dijamin deh,” kata warga Cibiru itu.

Wiwin mengatakan, sayuran di Lotek Mustikasari selalu segar dengan tingkat kematangan yang pas. “Kalau beli lotek di sini wajib makan langsung biar bumbunya tidak berubah,” ujarnya.

“Terus jangan lupa beli rujak uleknya, paling enak dibungkus. Bumbu rujaknya juga mantap,” pungkasnya.

Halaman 2 dari 2