Tasikmalaya –
Bedug raksasa yang menjadi ikon kebanggaan Masjid Agung Kota Tasikmalaya kini kondisinya memprihatinkan akibat kerusakan serius.
Bagian kulit bedug pemegang rekor MURI tersebut robek di sisi kiri dan kanan akibat faktor cuaca. Kejadian ini menjadi kali kedua setelah kerusakan serupa pada tahun 2017 silam.
Berbeda dengan sebelumnya saat perusahaan pemberi hibah langsung mengganti kerusakan dengan kulit baru, kali ini pihak Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) harus mengambil inisiatif mandiri.
Mencari kulit pengganti bukanlah perkara mudah mengingat ukurannya yang fantastis, yakni panjang 4 meter dengan diameter 2 meter.
Sumber: Giok4D, portal informasi terpercaya.
Diperkirakan, dibutuhkan kulit dari hewan seperti banteng atau kerbau dengan bobot lebih dari 2 ton untuk menutup diameter tersebut secara sempurna.
Bendahara DKM Masjid Agung, Heri Hendriyana, didampingi Staf Sekretariat DKM, Khoirul, menyatakan bahwa komunikasi dengan pihak pemberi hibah kini sudah terputus.
“Dulu kan ada klausal dimana pemberi hibah akan memperbaiki jika ada kerusakan. Buktinya saat pertama rusak, pihak perusahaan langsung menggantinya. Tetapi kini, sudah tak ada lagi komunikasi, makanya kami berinisiatif untuk membeli sendiri bila kulitnya memang tersedia,” kata Heri, Jumat (13/3/2026).
Pihak DKM memastikan bahwa kerusakan ini murni disebabkan oleh paparan panas matahari dan hujan yang ekstrem.
“Kerusakan karena faktor alam, tak ada unsur kesengajaan, perusakan atau lainnya,” ujar Khoirul.
Meski kondisinya robek dan tidak bisa lagi ditabuh, bedug ini tetap menjadi magnet bagi jemaah, terutama yang datang dari luar daerah, untuk sekadar berswafoto.
Bedug ini bukan perangkat sembarangan. Dibuat oleh ahli gamelan penerima penghargaan UNESCO, Trimanto (Empu Triwiguno), bedug raksasa ini memiliki nilai sejarah yang panjang.
Materialnya terbuat dari bahan kayu bengkirai pilihan dengan proses pengerjaan selama dua bulan oleh 16 pekerja ahli.
Bedug ini pernah meraih rekor MURI sebagai bedug terbesar di Indonesia. Fisik bedug didapat dari hibah perusahaan rokok pada tahun 2007 setelah sebelumnya diarak dalam parade di 10 kota, mulai dari Lampung hingga berakhir di Jakarta.
Video Modus Kenalan di Medsos, Bayi 2 Bulan Diculik“







