Kocar-kacir Remaja Cianjur Dibubarkan Polisi Saat Hendak Perang Sarung

Posted on

Cianjur

Malam yang seharusnya khusyuk di bulan Ramadan justru berubah menjadi ajang kejar-kejaran menegangkan di Kabupaten Cianjur. Sekelompok remaja yang diduga hendak melakukan perang sarung nekat melarikan diri saat digerebek polisi, bahkan rela meninggalkan sepeda motor dan melompati tembok setinggi dua meter demi lolos dari petugas.

Peristiwa itu bermula ketika kepolisian menerima laporan adanya kelompok remaja yang berkumpul di sejumlah titik, salah satunya di sekitar Desa Maleber, Kecamatan Karangtengah, Sabtu (28/2) malam. Kecurigaan menguat karena aktivitas tersebut dilakukan larut malam, di tengah maraknya fenomena perang sarung dan konvoi liar selama Ramadan.

Saat petugas mendatangi lokasi, belasan remaja terlihat bergerombol. Namun begitu sorot lampu kendaraan patroli mendekat, suasana mendadak ricuh. Para remaja itu panik dan langsung berpencar.

Sebagian berlari ke arah kebun dan sawah yang gelap. Ada yang tersandung lumpur, ada yang menerobos tanaman. Bahkan seorang remaja nekat memanjat dan melompati tembok setinggi dua meter, meninggalkan sepeda motornya begitu saja di lokasi. Upaya kabur dilakukan tanpa pikir panjang.

Meski sempat kewalahan karena para remaja berlari ke berbagai arah, petugas akhirnya berhasil mengamankan satu orang yang bersembunyi di area persawahan.

“Petugas tadi malam semapt kewalahan untuk mengamankan kelompok remaja tersebut, sebab nekat lompat tembok tinggi dan berlari ke tengah sawah. Tapi ada satu yang kami amankan. Dari pengakuannya mereka hendak perang sarung dan balapan lari. Terlihat juga dari barang bukti sarung yang diikat di bagian ujungnya,” ujar Kasat Samapta Polres Cianjur AKP Yudistira, Minggu (1/3/2026) dini hari.

Sarung yang telah diikat di bagian ujungnya diduga akan digunakan sebagai alat untuk saling memukul dalam aksi perang sarung, aktivitas yang kerap berujung bentrok dan membahayakan. Polisi juga mengamankan satu unit sepeda motor yang ditinggalkan pelaku saat kabur.

“Iya ada satu unit sepeda motor yang ditinggalkan begitu saja. Pemiliknya yang lompak tembok setinggi 2 meter. Langsung kami amankan dan diserahkan ke Mapolsek Karangtengah,” kata dia.

Tidak hanya di satu lokasi, polisi turut mengamankan empat remaja lain di titik berbeda yang juga diduga hendak melakukan aksi serupa.

“Kami amankan juga kelompok rejama di titil lainnya yang juga hendak perang sarung,” kata dia.

Sehari sebelumnya, situasi serupa juga terjadi di kawasan perkotaan Cianjur. Polisi mengamankan puluhan remaja yang melakukan konvoi sepeda motor secara ugal-ugalan. Setelah dilakukan pengejaran, rombongan tersebut berhasil diberhentikan di sekitar Terminal Pasirhayam.

Dari hasil pemeriksaan, salah seorang remaja kedapatan berusaha menyembunyikan pistol di dalam bagasi sepeda motor. Setelah diperiksa, benda tersebut ternyata hanya pistol mainan. Namun temuan itu tetap memicu kekhawatiran, mengingat potensi kepanikan yang bisa ditimbulkan.

“Total saat itu ada 36 pemuda yang diamankan. Ada yang bawa petasan korek, mercon, dan pistol mainan. Kami langsung bawa ke Mapolres Cianjur untuk pemeriksaan dan pembinaan,” kata dia.

Di sisi lain, Kapolres Cianjur AKBP A Alexander Yurikho Hadi menegaskan pihaknya akan menggencarkan patroli, baik secara langsung di lapangan maupun pemantauan melalui media sosial, guna mencegah aksi perang sarung, konvoi liar, serta gangguan kamtibmas lainnya selama bulan suci Ramadan.

“Tentu kami akan tindak setiap pelanggaran dan gangguan kamtibmas. Tidak ada tim dari polres, kami juga instruksikan jajaran Polsek untuk patrol secara intensif saat malam hari,” kata dia.

Ia juga mengimbau para remaja untuk tidak mengisi malam Ramadan dengan aksi berisiko, melainkan memperbanyak ibadah dan kegiatan positif. Peran orang tua dinilai sangat penting dalam mengawasi aktivitas anak-anak mereka.

“Para orangtua juga diharapkan memantau anaknya, karena Kamtibmas Cianjur ini dapat terwujud dengan keterlibatan semua pihak,” pungkasnya.