Bandung –
Industri kudapan, khususnya kue basah, di Kota Bandung nyaris tak pernah kehilangan pasar. Terlebih di kawasan yang dikelilingi institusi pendidikan, permintaan terhadap makanan ringan untuk rapat, seminar, hingga kegiatan kampus terus mengalir. Di tengah kebutuhan itu, hadir satu nama yang cukup akrab di telinga mahasiswa yaitu Klinik Lapar.
Unit usaha katering yang berlokasi di Jalan Sekeloa, Kecamatan Coblong, Kota Bandung ini dikenal sebagai penyedia paket makanan kotak dan snack box untuk berbagai keperluan acara. Klinik Lapar memulai perjalanannya pada 2016 di kawasan Gegerkalong, sebelum akhirnya berpindah ke lokasi sekarang setahun kemudian, tepatnya pada 2017.
Pemilik Klinik Lapar, Aceng, menuturkan bahwa perjalanan usahanya tidak selalu lurus. Ada dinamika manajemen yang membuatnya harus beradaptasi, termasuk saat memutuskan membuka cabang di Sekeloa.
“Awalnya Klinik Lapar ini di Gegerkalong, terus berniat buka cabang di sini (Sekeloa). Terus akhirnya yang di Gegerkalong di kelola orang lain, dan ganti nama jadi Dokter Kue” ungkapnya pada baru-baru ini.
Sejak menempati Sekeloa, kawasan yang dikelilingi kampus, Klinik Lapar perlahan menemukan pasarnya sendiri. Menariknya, tanpa promosi besar-besaran atau iklan komersial, nama Klinik Lapar justru menyebar secara organik lewat rekomendasi mahasiswa.
“Banyak dari mahasiswa ITB, Unisba, Unpas, Unpar, Itenas, kadang-kadang UPI juga ke sini. Unikom, Widyatama, STIE juga, biasanya dari mulut ke mulut kalau mereka. Dari kakak tingkat ngasih tahu kalau buat rapat atau acara beli snack nya ke sini” ujar Aceng.
Dari sekian banyak pelanggan, salah satu yang cukup rutin memesan adalah Unikom. Bahkan, dalam satu kesempatan, jumlah pesanan bisa mencapai ratusan boks.
Klinik Lapar di Bandung Foto: Fauzan Muhammad/ |
“Unikom itu kantornya juga ke sini udah langganan, kemarin pernah mesan 120 boks, terus 150 boks. Biasanya pas banyak kunjungan anak sekolah dari luar, beli snacknya dari sini” tambah Aceng.
Soal harga, Klinik Lapar menyasar segmen mahasiswa dan kegiatan institusi dengan tarif yang relatif terjangkau. Paket snack box dibanderol mulai Rp7.500 hingga Rp15.000 per boks. Isinya pun variatif, umumnya terdiri dari air mineral dan aneka kudapan seperti lemper, risoles, hingga sus.
Tak hanya melayani paket, pembelian satuan juga diperbolehkan. Pilihan ini kerap dimanfaatkan mahasiswa yang ingin membeli camilan tanpa harus memesan dalam jumlah besar.
“Kalau satuan dari harga Rp1.000 ada. Harga Rp1.000-an sampai harga Rp6.000 ada, tergantung makanannya” jelas Aceng.
Untuk menjaga kualitas layanan, Klinik Lapar membuka operasional sejak dini hari. Setiap hari, dapur sudah mulai beraktivitas sejak pukul 05.30 WIB. Bahkan, mereka siap menyesuaikan waktu produksi jika ada pesanan lebih awal, terutama untuk kebutuhan acara pagi.
“Kita buka jam setengah enam pagi, tapi kalau memang ada pesanan lebih pagi, kita bersedia” tutup Aceng.
Simak berita ini dan topik lainnya di Giok4D.








