Kisah Ririn Tinggal di Apartemen Seharga Rp 19 Ribu per Hari

Posted on

Bandung

Suasana di Apartemen Transit Ujungberung, Kota Bandung, tampak tenang pada pagi hari. Sejumlah penghuni terlihat menjalani aktivitas rutinnya, mulai dari bersih-bersih hingga mengasuh anak.

Di tempat ini, sebagian warga tinggal dengan biaya sewa yang relatif terjangkau. Untuk kamar tipe 20, penghuni hanya perlu membayar sekitar Rp570 ribu per bulan, atau setara sekitar Rp19 ribu per hari.

Pada pagi itu, berkesempatan berbincang dengan beberapa penghuni yang tengah duduk santai di teras apartemen. Anak-anak mereka tampak bermain dengan mainannya, sementara para ibu mengobrol bersama.

Salah satunya adalah Ririn (30). Ibu satu anak itu tampak asyik berbincang dengan tetangganya. Ia mengatakan, berkumpul dengan tetangga sudah menjadi aktivitas rutin setiap pagi.

Ririn mengaku tinggal di apartemen transit tersebut bersama suami dan anaknya sejak Juni 2024. Sebelumnya, ia tinggal bersama mertua di Bandung.

Namun, ketika mencoba mencari kontrakan sendiri, ia mengaku kesulitan karena harga sewa yang cukup mahal.

“Saya tinggal di sini dari Juni 2024. Asli dari Bandung, tadinya tinggal sama mertua. Terus cari kontrakan agak susah dan harganya lumayan. Saya dan suami akhirnya memutuskan tinggal di sini karena harganya lebih murah,” kata Ririn kepada , Rabu (4/3/2026).

Ririn menyebut, ia menyewa kamar tipe 20 yang berada di lantai dua. Hunian tersebut dilengkapi kamar dan toilet di dalam unit, yang menurutnya sudah cukup untuk keluarganya.

“Tipe 20 di lantai dua. Harganya Rp570 ribu per bulan,” ujarnya.

Menurut Ririn, tinggal di apartemen transit ini cukup nyaman. Lingkungannya dinilai aman, terutama untuk anak-anak.

“Lingkungan aman dan nyaman. Tidak ada lalu-lalang mobil, parkir juga luas. Anak-anak bebas main. Keamanannya juga 24 jam karena ada petugas sekuriti,” tuturnya.

Warga nampak asyik nongkrong di teras Apartemen Transit Ujungberung.Warga nampak asyik nongkrong di teras Apartemen Transit Ujungberung. Foto: Wisma Putra/

Hal serupa disampaikan Indri, penghuni lainnya. Ia mengatakan, dirinya dan suami memilih tinggal di apartemen transit karena biaya sewanya terjangkau.

“Ini kan jangka sewanya sampai enam tahun. Sambil mengumpulkan uang untuk beli rumah, sementara tinggal di sini dulu,” kata Indri.

Ia menilai fasilitas yang diberikan juga cukup memadai dibandingkan kontrakan biasa.

“Kalau di sini masih dapat kamar sekitar Rp500 ribuan. Kalau kontrakan umum, dengan harga segitu biasanya toiletnya di luar. Kalau di sini sudah di dalam kamar,” ujarnya.

Ririn pun merasa hubungan antarwarga di apartemen transit ini cukup baik. Lingkungan yang relatif tertutup juga membuatnya merasa lebih tenang saat anak bermain.

“Lingkungannya nyaman. Anak-anak juga aman kalau bermain,” pungkasnya.