Kisah Pilu 2 Bocah Hilang di Saluran Air Ciamis dan Tasikmalaya

Posted on

Ciamis

Peristiwa hilangnya anak kembali terjadi di Jawa Barat. Dalam dua kejadian berbeda, bocah di Kabupaten Ciamis dan Tasikmalaya dilaporkan hilang di sekitar saluran air.

Kedua peristiwa ini harus menjadi perhatian bagi orang tua untuk selalu mengawasi anak-anaknya saat beraktivitas di luar rumah. Berikut kompilasi kejadian anak hilang di saluran air:

Mengejar Balon, Bocah 5 Tahun Hilang di Ciamis

Warga Perumahan Lembah Medina, Kelurahan Linggasari, Kecamatan Ciamis, digegerkan dengan hilangnya seorang bocah laki-laki bernama Arkenan (5) pada Selasa (10/3/2026) sore.

Arkenan hilang setelah mengejar balon yang terbawa angin. Balon itu terbang menuju saluran air yang mengarah ke Sungai Ciluncat. Sejak saat itu, keberadaan Arkenan tak lagi diketahui.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ciamis, Ani Supiani, menjelaskan bahwa informasi awal diperoleh dari warga yang melihat anak tersebut berlari mengejar balon.

“Menurut informasi dari warga, sekitar pukul 15.17 WIB anak tersebut terlihat mengejar balon yang terbawa angin hingga ke arah saluran air yang mengarah ke Sungai Ciluncat. Setelah itu keberadaannya tidak lagi diketahui,” ujar Ani, Rabu (11/3/2026).

Kabar hilangnya Arkenan cepat menyebar di lingkungan perumahan. Hingga malam hari sekitar pukul 21.00 WIB, bocah tersebut tak kunjung pulang. Pihak keluarga kemudian melaporkan kejadian itu kepada ketua RT dan aparat setempat.

Warga bersama aparat langsung menyisir kawasan perumahan dan titik-titik yang diduga menjadi lokasi terakhir korban terlihat. Saluran air yang bermuara ke Sungai Ciluncat menjadi fokus pencarian.

“Setelah mendapat laporan, kami langsung berkoordinasi dengan aparat wilayah dan kepolisian untuk melakukan kaji cepat di lokasi serta membantu proses pencarian,” katanya.

Personel Bhabinkamtibmas Polsek Ciamis serta tim Inafis Polres Ciamis turut turun ke lokasi untuk membantu proses pencarian bersama warga. Hingga kini Arkenan masih belum ditemukan. Proses pencarian terus dilanjutkan dengan melibatkan berbagai pihak.

“Pada hari ini, Rabu (11/3/2026), kami kembali melakukan pencarian,” pungkas Ani.

Jajan Saat Banjir, Bocah 6 Tahun di Tasik Diduga Terseret Arus

Peristiwa serupa juga terjadi sebelumnya di Kampung Cibaregbeg, Kelurahan Tugujaya, Kecamatan Cihideung, Kota Tasikmalaya, pada Jumat (2/1/2026) lalu. Zaydan, bocah 6 tahun, hilang saat berjalan di tengah genangan banjir.

Meski tak ada saksi yang melihat langsung Zaydan terseret arus, tim gabungan tetap melakukan penyisiran di selokan selebar sekitar satu meter yang membelah kawasan tersebut.

Koordinator Lapangan Unit Reaksi Cepat BPBD Kota Tasikmalaya, Harisman, mengatakan pencarian dilakukan secara intensif dengan melibatkan puluhan personel. “Kami bagi tiga tim, di sekitar TKP, di jalur dan di hilir saluran,” kata Harisman.

Selokan yang diduga menjadi lokasi Zaydan terseret arus memanjang membelah pusat Kota Tasikmalaya. Aliran airnya bermuara hingga ke irigasi Cikalang dan akhirnya menuju Sungai Citanduy.

Petugas bahkan harus masuk ke gorong-gorong untuk menelusuri kemungkinan keberadaan korban. “Kami masih berusaha melakukan pencarian, semoga membuahkan hasil,” kata Harisman.

Kapolsek Cihideung Rusdiyanto menjelaskan bahwa dugaan Zaydan terseret arus muncul dari keterangan sejumlah saksi di lokasi. “Kami menerima informasi anak yang hilang pada saat diajak oleh ibunya yang sedang melakukan verifikasi terkait bantuan sosial. Ketika anak itu sedang menunggu ibunya melakukan verifikasi anak itu pengen jajan dan diantar oleh kakaknya jajan di warung yang jaraknya 20 meter,” kata Rusdiyanto.

Setelah membeli jajanan, Zaydan sempat mengatakan kepada kakaknya bahwa ia akan kembali ke kantor kelurahan tempat ibunya menunggu. Namun setelah kakaknya menyusul, bocah itu tak lagi terlihat.

Situasi di sekitar lokasi saat itu memang sedang tergenang banjir akibat luapan selokan. Ketinggian air mencapai sekitar 25 sentimeter dengan arus yang cukup deras. “Untuk dugaan itu (hanyut terseret arus selokan) memang pada saat kejadian kondisi cuaca sedang hujan besar kemudian saluran air meluap sampai ke jalan. Anak tersebut sehari-harinya tidak sering ke sini, sehingga yang bersangkutan itu tidak paham betul kondisi di sekitar lingkungan Kelurahan Tugujaya,” kata Rusdiyanto.

Penyisiran terus dilakukan sepanjang aliran saluran air hingga ke bagian hilir. Setiap pintu air juga diperiksa untuk memastikan kemungkinan korban tersangkut. “Hasil pengecekan saat kejadian memang pintu-pintu air yang ada, dalam keadaan terbuka. Karena memang kondisi saluran air penuh, kalau seandainya pintu tertutup mengakibatkan luapan air di perkotaan,” kata Rusdiyanto.

Di tengah upaya pencarian tersebut, keluarga hanya bisa berharap anak mereka segera ditemukan. Ali Darsono, ayah Zaydan, mengaku tidak berada di lokasi saat kejadian karena sedang bekerja.

“Iya kemarin itu, istri saya lagi mengurus data Bansos ke Kelurahan. Dia diantar sama anak saya yang besar dan yang kecil juga ikut,” kata Ali.

“Kalau hanyut mudah-mudahan bisa cepat ditemukan, kalau diculik tolong dikembalikan,” imbuhnya.

Halaman 2 dari 2