Kisah Panjang 3 Tokoh yang Hilang dan Cikal Bakal Pantai Batuhiu

Posted on

Pantai Batuhiu di Desa Ciliang, Kecamatan Parigi, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, tidak hanya menyajikan destinasi wisata yang mempesona. Di baliknya, tersimpan cerita tentang sejumlah tokoh yang menghilang tanpa jejak.

Ketiga tokoh hilang dan menjadi cikal bakal makam keramat tersebut adalah Eyang Bentar Bumi, Eyang Galuh Order, dan Eyang Cakrabuana. Tokoh-tokoh ini merupakan penyebar agama Islam di wilayah Kabupaten Pangandaran.

Adnan (76), Juru Kunci ke-4 Makam Keramat Pantai Batuhiu, mengatakan bahwa cerita para tokoh penyebar agama Islam itu ditugaskan oleh guru mereka untuk menyebarkan syiar agama di wilayah Selatan.

“Setelah perjalanan panjang, mereka beristirahat di Batuhiu,” ucap Adnan kepada infoJabar, Rabu (14/1/2026).

Ia menyebutkan, saat di Batuhiu, ketiganya kelelahan dan memohon agar diberi ikan. “Lalu ketiganya mengangkat tangan dan berdoa kepada Allah. Dalam doanya mereka meminta ikan hiu,” ujar dia.

Adnan menceritakan bahwa doa yang mereka panjatkan di Pantai Batuhiu terkabul. Namun, saat permintaan mereka agar diberi ikan hiu dikabulkan, salah satu ikan hiu yang mereka dapat dilepasliarkan kembali.

“Karena orang tua zaman dulu mempunyai kesaktian, jika berdoa dan ucapan yang dilontarkan selalu terjadi. Maka saat itu ikan hiu yang mereka lepas menjadi batu karang besar yang mirip hiu,” jelasnya.

Sampai saat ini, kata Adnan, tempat itu bernama Batuhiu karena mempunyai batuan karang yang menyerupai ikan tersebut.

“Pemberi nama tempat itu adalah Eyang Galuh,” ucapnya.

Menurut Adnan, setelah mereka beraktivitas di sekitar bukit Batuhiu, ketiganya menghilang (ngahiyang).

“Tidak ada yang mencatat soal itu. Hanya saja saya ingin menyampaikan bahwa makam ini menjadi lokasi terakhir hilangnya mereka. Tidak ada yang tahu kapan mereka meninggal,” katanya.

Ia menambahkan, karena mengetahui ketiga tokoh tersebut adalah penyebar agama Islam, tempat itu menjadi lokasi untuk bertapa dan berdoanya sejumlah orang.

“Berbagai orang dari beragam daerah datang ke sini. Kadang-kadang mereka pun mendapatkan mimpi harus datang ke sini, untuk berdoa dan semedi,” ucapnya.

Selain untuk semedi, kata Adnan, banyak yang datang hanya untuk ziarah dan bermalam di sini. “Dulu terbuka. Sekarang sudah dibuatkan bangunan dan menjadi tempat beribadah bagi pengunjung yang datang ke sini,” katanya.

Menurut Adnan, pendatang yang berziarah selalu ada dari berbagai kalangan, terutama setiap momen hari libur.

“Apalagi pada momen politik. Banyak dari kalangan pejabat, calon anggota dewan, bupati hingga gubernur pernah datang ke sini,” ucapnya.

Sampai saat ini, kata Adnan, Pantai Batuhiu masih menjadi ikon bagi wisata. “Karena selain menjadi peninggalan sejarah penyebaran Islam, lokasi ini adalah cikal bakal penamaan tempat wisata Batuhiu,” katanya.

Menghilang Misterius

Gambar ilustrasi

Menurut Adnan, setelah mereka beraktivitas di sekitar bukit Batuhiu, ketiganya menghilang (ngahiyang).

“Tidak ada yang mencatat soal itu. Hanya saja saya ingin menyampaikan bahwa makam ini menjadi lokasi terakhir hilangnya mereka. Tidak ada yang tahu kapan mereka meninggal,” katanya.

Ia menambahkan, karena mengetahui ketiga tokoh tersebut adalah penyebar agama Islam, tempat itu menjadi lokasi untuk bertapa dan berdoanya sejumlah orang.

“Berbagai orang dari beragam daerah datang ke sini. Kadang-kadang mereka pun mendapatkan mimpi harus datang ke sini, untuk berdoa dan semedi,” ucapnya.

Selain untuk semedi, kata Adnan, banyak yang datang hanya untuk ziarah dan bermalam di sini. “Dulu terbuka. Sekarang sudah dibuatkan bangunan dan menjadi tempat beribadah bagi pengunjung yang datang ke sini,” katanya.

Menurut Adnan, pendatang yang berziarah selalu ada dari berbagai kalangan, terutama setiap momen hari libur.

“Apalagi pada momen politik. Banyak dari kalangan pejabat, calon anggota dewan, bupati hingga gubernur pernah datang ke sini,” ucapnya.

Sampai saat ini, kata Adnan, Pantai Batuhiu masih menjadi ikon bagi wisata. “Karena selain menjadi peninggalan sejarah penyebaran Islam, lokasi ini adalah cikal bakal penamaan tempat wisata Batuhiu,” katanya.

Menghilang Misterius