KIsah Andri, Gen Z Indramayu Raup Rp 700 Ribu Sehari dari Jual Gorengan

Posted on

Indramayu

Tidak banyak generasi Z berani “terjun” menjadi penjual gorengan di pinggir jalan. Pasalnya, bisnis tersebut tidak menjanjikan penghasilan yang besar dalam waktu yang singkat.

Tapi hal di atas tidak berlaku bagi Andri (23), seorang penjual aneka gorengan yaitu cakwe, cimol, dan tahu walik di depan Mall Indramayu.

Tidak banyak gen-Z seperti dirinya yang rela menurunkan gengsi dan menikmati masa muda dengan mengais rezeki kecil-kecilan seperti ini. Ketika ditanya tentang alasannya berjualan, ia menjawab tanpa ragu.

Katanya, menjadi penjual aneka gorengan adalah jalan hidup yang ia pilih demi meringankan beban hidup orang tua.

“Terus juga saya pengen belajar bisnis dan pengalaman langsung di lapangan, menabung, mencari uang saku, melatih jiwa entrepreneur dan keterampilan sosial,” ujar Andri saat ditemui di lokasi, Senin (23/2/2026).

Bapaknya yang merupakan seorang penjual aneka gorengan juga, membuat Andri begitu mahir berjualan dan menyajikan jajanan yang lezat. Selain itu, sejak kecil ia terbiasanya melihat sang ayahanda berjuang menghidupi keluarganya.

Sebagai anak tunggal, Andri sadar bahwa dirinya menjadi harapan satu-satunya bagi orang tua. Ia pun bercita-cita menjadi orang sukses dimulai dari berjualan gorengan.

“Kalau bukan karena ngeliat perjuangan orang tua, mungkin saya nggak akan pernah sepengen itu jadi orang sukses,” kata dia dengan penuh percaya diri.

Selama bulan Ramadan, ia berjualan di depan Mall Indramayu dari pukul 14.00 WIB, dan pulang ke rumah pukul 23.00 WIB. Jika adonan yang sudah digoreng ternyata belum habis, ia bagikan gorengannya kepada para tunawisma yang ditemui di sepanjang perjalanan pulang.

Penghasilannya tidak menentu, tapi ia percaya diri setiap hari pundi-pundi rupiah yang terkumpul mencapai Rp500 ribu di bulan Ramadan.

“Di hari biasa selain bulan puasa bisa nyampe Rp700 ribu. Mungkin karena di hari biasa saya jualan dari jam 10 pagi,” ujarnya.

Meski pendapatannya berkurang di bulan penuh berkah ini, tapi ia yakin keberkahan untuk dirinya tidak berkurang sedikitpun.

Perjalanan hidup pria yang masih lajang ini tidak mulus begitu saja. Saat hujan disertai angin kencang, ia sering kalang kabut. Seringkali kondisi tersebut berdampak pada penghasilannya hari itu yang tidak seperti hari biasanya.

“Keder kalau kaya begitu, terus juga kalau hujan terus dari pagi sampai sore dagangannya sepi,” ucapnya.

Sementara itu, suasana tampak begitu ramai di sore hari. Para pembeli berdatangan silih berganti membeli dagangan Andri untuk takjil buka puasa.

Salah satunya adalah Rudi (28), seorang pekerja di Mall Indramayu yang membeli cakwe dan tahu walik.

“Buat buka puasa. Ini saya beli buat teman-teman juga ada 5 bungkus semuanya. Saya biasa beli di sini karena enak kalau beli, tuh, masih hangat katanya baru saja ditiriskan,” ujar dia kepada.

Perjalanan hidup Andri adalah gambaran keyakinan seseorang tentang masa depannya. Meskipun kecil langkahnya, tapi Andri yakin itu merupakan awal menuju kesuksesan.