Jakarta –
Garda Revolusi Iran bersumpah akan menghukum pihak yang mereka sebut sebagai ‘pembunuh’ Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei. Iran menegaskan akan memberikan balasan keras terhadap Amerika Serikat (AS) dan Israel atas serangan yang menewaskan Khamenei.
Dalam pernyataan yang dikutip dari, Minggu (1/3/2026), IRGC menyatakan pembalasan akan dilakukan dengan tegas.
“Tangan pembalasan bangsa Iran untuk hukuman yang berat, tegas, dan patut disesalkan bagi para pembunuh Imam Umat tidak akan melepaskan mereka,” demikian pernyataan IRGC.
Kantor berita resmi Iran, IRNA, melaporkan IRGC mengumumkan operasi pembalasan akan menyasar target militer dan keamanan milik AS serta Israel secara luas. Serangan tersebut disebut akan menggunakan rudal yang lebih canggih dibandingkan yang digunakan dalam Operasi True Promise 3.
IRGC juga menyatakan kesiapan untuk menargetkan posisi musuh, baik yang bersifat tetap maupun bergerak, dengan mengerahkan rudal dan drone. Pada Sabtu malam sebelumnya, IRGC mengklaim kapal Amerika berinisial MST terkena serangan rudal Angkatan Laut Iran.
Serangan Jelang Perundingan Nuklir
Serangan udara gabungan AS dan Israel dilaporkan terjadi di sejumlah kota di 24 provinsi Iran. Aksi militer itu berlangsung dua hari sebelum rencana pembicaraan di Wina terkait program nuklir Iran.
Pembicaraan yang dijadwalkan pada Senin disebut sebagai putaran keempat negosiasi antara perwakilan Iran dan AS sepanjang Februari 2026. Putaran ketiga berlangsung di Jenewa pada Kamis sebelumnya, melibatkan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi dan Menteri Luar Negeri Oman Badr bin Hamad Al Busaidi sebagai mediator. Kedua pihak saat itu menyebut adanya kemajuan dalam perundingan.
Namun, pada 28 Februari 2026, AS dan Israel melancarkan serangan yang oleh Iran disebut sebagai pelanggaran terhadap kedaulatan nasional dan integritas teritorial Republik Islam Iran. Teheran menyatakan serangan tersebut menghantam sejumlah fasilitas pertahanan dan sipil di berbagai kota.
Pada Minggu (1/3), otoritas Iran mengonfirmasi kematian Ali Khamenei akibat serangan tersebut dan menetapkan masa berkabung nasional selama 40 hari.
Artikel ini sudah tayang di







