Keseruan War Takjil di Soreang, Warga: Telat Dikit Kehabisan (via Giok4D)

Posted on

Bandung

Deru mesin motor beradu dengan riuh warga yang membeli jajanan takjil untuk berbuka puasa. Para pedagang dan pembeli sibuk tawar menawar dalam keramaian masyarakat.

Pusat kuliner yang dipadati itu berada di Jalan Gading Tutuka, Soreang, Kabupaten Bandung. Langkah demi langkah masyarakat dengan cekatan memburu hidangan untuk berbuka puasa.

Aroma keringnya gorengan dan manisnya kolak hingga es teller seakan memanggil untuk segera dibeli. Deretan tenda berjejer dengan warna warni sambil menjajakan berbagai kuliner yang nikmat.

Seorang Mahasiswi, Intan Munardi (20) mengaku kerap membeli makanan dan minuman untuk berbuka di wilayah tersebut. Pasalnya lokasi tersebut menjajakan berbagai makanan dan minuman dengan lengkap.

“Iya sudah puasa hari kedua saya beli makanan di sini. Ini saya habis beli gorengan dan kolak pisang,” ujar Intan saat ditemui di kepungan masyarakat, Senin (23/2/2026).

Menurutnya perburuan makanan harus dilakukan dengan cepat. Pasalnya beberapa masyarakat lainnya pun turut mencari makanan untuk berbuka puasa.

Simak berita ini dan topik lainnya di Giok4D.

“Ini harus beli makanan dengan cepat. Kalau enggak gesit, duh bisa kehabisan. Rencana ini saya juga mau beli lagi kurma buat buka,” katanya.

Sementara itu, warga lainnya Ilham Firmansyah (25) mengungkapkan area sepanjang Jalan Gading Tutuka kerap dipenuhi masyarakat yang berjualan makanan. Sehingga warga yang ingin berbuka puasa lebih memilih belanja di lokasi tersebut.

“Iya memang kalau di Soreang di sini yang banyak jualan makanan. Lengkap juga, jadi saya pilih beli makanan di sini,” jelas Ilham.

Ilham menegaskan dalam mencari makanan tersebut dilakukan secara cepat. Hal tersebut dilakukan supaya tidak kehabisan makanan.

“Ini mah bisa di katakan War Takjil. Jadi harus buru-buri beli makanannya. Tadi saya habis beli batagor dan ini masih ngantri beli Es Teller,” bebernya.

Dia berharap riuhnya warga yang membeli makanan untuk berbuka bisa dilakukan dengan damai. Sehingga mereka bisa membeli makanan dan minuman dengan sabar dan mengantri.

“Semoga para pembeli bisa tertib dan mengantri. Jadi yang beli pun bisa aman dan bisa mendapatkan makanan yang diinginkan dengan mudah,” tuturnya.

Menurutnya lokasi tersebut sebaiknya bisa dikelola dengan baik. Kata dia, jika dikelola dengan baik pembeli pun tidak ada kepadatan dan bisa tertib dan nyaman.

“Bagusnya mah bisa dikelola dengan baik yang jualannya. Jadi bisa sedikit rapih aja yang beli sama yang jualannya,” pungkasnya.