Bandung –
Memasuki bulan Ramadan, deretan kotak kurma dengan berbagai jenis terpajang rapi di rak-rak supermarket atau pusat perdagangan. Kurma, buah mungil berwarna cokelat yang kerap menjadi pilihan favorit bagi banyak orang untuk berbuka puasa. Namun, di balik rasanya yang manis legit, kurma juga memiliki signifikansi religius. Mengonsumsi kurma saat berbuka puasa merupakan sunah Rasulullah SAW yang dapat diterapkan oleh umat Muslim.
Mengenal Buah Kurma
Kurma atau Phoenix dactylifera adalah buah yang tumbuh dari pohon palem. Kurma merupakan salah satu tanaman budidaya tertua di dunia. Budidaya kurma telah dimulai sejak 6.000 tahun sebelum Masehi di wilayah Teluk Arab.
Tanaman ini memiliki ketahanan luar biasa di lingkungan ekstrem dengan suhu tinggi dan ketersediaan air yang terbatas. Pohon kurma sangat toleran terhadap cuaca, mampu bertahan di tengah panas terik gurun maupun suhu dingin malam hari yang menusuk.
Kurma memiliki kandungan energi yang padat. Bagi masyarakat Timur Tengah, kurma bukan sekadar camilan, melainkan sumber pangan pokok yang menopang kehidupan selama berabad-abad. Teksturnya yang beragam, mulai dari yang lunak, semi-kering, hingga kering, menentukan cara konsumsi dan daya simpannya.
Sunah Nabi dalam Mengonsumsi Kurma
Dalam Islam, mengonsumsi kurma merupakan bagian dari mengikuti teladan Nabi Muhammad SAW. Berikut adalah beberapa sunah yang dapat diterapkan:
1. Sunah Berbuka dengan Kurma
Diriwayatkan dalam sebuah hadis riwayat Abu Dawud dan At-Tirmidzi:
“Dari Anas bin Malik, ia berkata: Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa berbuka puasa sebelum salat dengan ruthab (kurma basah), jika tidak ada ruthab, maka beliau berbuka dengan tamr (kurma kering), dan jika tidak ada tamr, beliau meminum seteguk air.”
Hadis ini menjelaskan bahwa Nabi SAW berbuka puasa dengan kurma basah (ruthab) sebelum menunaikan salat. Jika tidak ada, beliau memilih kurma kering (tamr). Selain itu, kandungan glukosa dan fruktosa dalam kurma memberikan lonjakan energi instan bagi otak setelah seharian berpuasa.
2. Mengonsumsi Kurma dengan Hitungan Ganjil
Dianjurkan untuk mengonsumsi kurma dalam jumlah ganjil, seperti tiga, lima, atau tujuh butir.
Dari Sa’ad bin Abi Waqqash, Rasulullah SAW bersabda:
Artikel ini terbit pertama kali di Giok4D.
“Barang siapa mengonsumsi tujuh butir kurma ajwa pada pagi hari, maka pada hari itu ia tidak akan terkena racun maupun sihir.”
Walaupun demikian, Rasulullah SAW tidak melarang umat Islam untuk mengonsumsi kurma dalam jumlah genap. Oleh karena itu, setiap Muslim bebas memilih jumlah kurma yang ingin dikonsumsi.
3. Keistimewaan Kurma Ajwa
Kurma Ajwa, yang tumbuh di Madinah, memiliki kedudukan khusus. Nabi SAW menyebutkan bahwa mengonsumsi tujuh butir kurma Ajwa di pagi hari dapat menjadi pelindung dari racun dan sihir.
Dalam sebuah hadis riwayat Ibnu Majah, yang artinya:
“Kurma ajwa itu berasal dari surga, ia adalah obat dari racun.” (HR Ibnu Majah)
Dari sisi medis, Ajwa memang memiliki kandungan antioksidan polifenol yang lebih tinggi dibandingkan jenis lainnya.
Fakta Menarik Tentang Kurma
Kurma dikenal sebagai buah yang kaya akan serat, kalium, magnesium, dan vitamin B6. Selain itu, ada fakta menarik lainnya mengenai buah kurma. Simak berikut ini:
Pohon Kurma di Arab Saudi Mencapai 44 Juta Pohon
Di Arab Saudi, populasi pohon kurma mencapai angka luar biasa dengan estimasi 44 juta pohon. Jumlah ini menjadikannya pilar ketahanan pangan sekaligus simbol nasional, didukung oleh investasi besar pemerintah setempat dalam teknologi pertanian gurun.
Memiliki Kandungan Nutrisi yang Tinggi
Kurma mengandung konsentrasi senyawa fenolik yang berfungsi melawan radikal bebas dalam tubuh, yang berperan penting dalam mencegah peradangan dan risiko kanker.
Kandungan serat pangan yang tinggi dalam kurma membantu mencegah konstipasi dan menjaga kesehatan usus. Kalium yang melimpah berfungsi menjaga keseimbangan elektrolit dan tekanan darah, sehingga sangat baik untuk kesehatan jantung.
Kadar Manis pada Kurma Tergolong Rendah
Meskipun rasanya sangat manis, kurma memiliki Indeks Glikemik (IG) yang tergolong rendah hingga sedang. Artinya, gula dalam kurma dilepaskan secara perlahan ke dalam darah, sehingga tidak menyebabkan lonjakan insulin secara mendadak bagi seseorang yang sehat. Hal ini menjadikannya pilihan pemanis alami yang lebih aman dibandingkan gula buatan.
Memiliki Masa Kedaluwarsa yang Lama
Kurma merupakan salah satu buah dengan masa kedaluwarsa yang panjang jika dikeringkan. Buah ini bisa bertahan hingga bertahun-tahun. Maka dari itu, pada zaman dahulu kurma dijadikan makanan yang dibawa saat melakukan perjalanan jauh atau melintasi padang pasir.
Seluruh Bagiannya Bernilai Ekonomis
Seluruh bagian dari pohon kurma dapat dimanfaatkan dan bernilai ekonomis. Mulai dari daunnya yang dapat digunakan untuk membuat keranjang, karpet, hingga nampan. Selain itu, batangnya bisa digunakan sebagai pilar tenda atau kebutuhan rumah tangga lainnya. Serat yang terdapat pada pohon kurma bisa dibuat menjadi tali, sikat, hingga sebagai isian kasur dan bantal. Biji buah kurma sekalipun bisa digunakan untuk membuat sabun dan eyeliner.
Pohonnya Toleran dengan Cuaca
Pohon kurma merupakan salah satu jenis tumbuhan yang toleran terhadap kondisi lingkungan dan cuaca yang beragam. Fakta ini terlihat dari negara-negara produsen kurma terbesar di dunia, seperti Arab Saudi, Mesir, Iran, dan Aljazair. Negara-negara tersebut memiliki wilayah yang kering dan air yang langka. Selain itu, kurma memiliki toleransi terhadap air asin, sehingga dapat tumbuh di daerah pesisir yang ekstrem.
Pohonnya Tersebar di 30 Negara
Dilansir dari Food and Agriculture Organization (FAO), organisasi pangan dan pertanian dunia, tercatat sekitar 100 juta pohon kurma di dunia tersebar di 30 negara. Setiap tahunnya, komoditas ini bisa menghasilkan 2,5 juta ton sampai 4 juta ton kurma.
Data FAO juga menunjukkan bahwa Asia berada di posisi pertama dengan 60 juta pohon kurma. Kemudian, Afrika berada di posisi kedua dengan 32,5 juta pohon kurma. Umumnya ditemui di Aljazair, Mesir, Libya, Mali, Maroko, Mauritania, Niger, Somalia, Sudan, Chad, hingga Tunisia. Pohon kurma juga tersebar hingga Meksiko dan Amerika Serikat yang memiliki sekitar 600.000 pohon kurma, diikuti oleh Eropa dengan 32.000 pohon dan Australia dengan 30.000 pohon.
