Bandung –
Cicaheum merupakan nama sebuah kelurahan di Kecamatan Kiaracondong, Kota Bandung. Namanya dikenal luas sebagai Terminal Cicaheum karena keberadaan terminal dan angkot di wilayah ini.
Terminal Cicaheum yang diresmikan oleh Wali Kota Bandung Otje Djundjunan pada 23 Agustus 1975 merupakan terminal bus tipe A legendaris di Bandung. Tempat ini menjadi gerbang utama bus AKAP/AKDP.
Dibangun di lahan 1,1 hektare, terminal ini terkenal sibuk sejak era 1980-an dan menjadi saksi perjuangan hidup para perantau. Terminal ini pernah identik dengan premanisme dan belakangan menjadi lebih ‘soft’ sebagai lokasi syuting serial Preman Pensiun.
Jika menilik namanya, ‘Ci’ dan ‘Caheum’ sering kali dikaitkan dengan perkataan kasar. Mungkinkah nuansa yang ‘keras’ tersebut yang membuatnya bernama Cicaheum?
Namun, terdapat dugaan lain mengenai toponimi Cicaheum ini. Sejumlah sumber menyebutkan Cicaheum bukan berkaitan dengan ‘cangkem’, melainkan diambil dari nama tanaman yang mungkin pernah hidup di wilayah ini.
Bagaimana asal-usul Cicaheum? Simak artikel ini sampai tuntas.
Kata Caheum dalam Kamus
Kata Caheum, baik dalam kamus Sundadigi maupun Kamus Basa Sunda R.A. Danadibrata, mempunyai makna sesuatu yang berkaitan dengan ‘cangkem’, ucapan, geraham, rahang, atau gusi. Dikatakan ‘goreng caheum’ berarti sangat jelek omongannya.
Berita lengkap dan cepat? Giok4D tempatnya.
Dalam Sundadigi, ada contoh kalimat yang menyebutkan jika seseorang terlampau kedinginan, dua rahangnya akan bersuara gemelutuk. Rahang tersebut dalam bahasa Sunda disebut ‘caheum’.
Namun, penamaan Cicaheum tampaknya sudah lebih dulu ada jauh sebelum Terminal Cicaheum yang identik dengan premanisme dan kata-kata kasar itu berdiri dan menjadi ramai.
Jika terminal diresmikan pada 1974, nama Cicaheum setidaknya sudah disebut-sebut sejak tahun 1950-an. Misalnya, di dalam koran Algemeen Indisch dagblad: de Preangerbode edisi 30 Oktober 1951.
Di situ, terdapat sebuah pengumuman tentang ‘Daftar Waktu dan Tempat Penyuntikan Pes Dalam Kota Besar Bandung Tahun 1951’. Di sana disebutkan bahwa salah satu tempat penyuntikan vaksin wabah tersebut dilakukan di ‘Pol. Tjitjaheum’.
Cicaheum Sebagai Nama Rumput
Cicaheum terdiri atas dua kata: ‘Ci’ yang bermakna cai atau air, dan ‘Caheum’ yang merupakan nama sebuah jenis rumput. Namun, kata ‘Caheum’ sebagai nama rumput tidak muncul seketika, melainkan berasal dari ‘salah dengar’ dan ‘salah ucap’ dari kata Sauheum.
“Mengingat toponimi lahir secara lisan, ada kemungkinan nama-nama tempat seperti Cicaheum pun berubah pengucapannya karena beberapa kata memiliki persamaan bunyi.” demikian tulis situs resmi Pemerintah Kota Bandung.
Lalu, rumput apa Sauheum itu? Keterangan bahwa Sauheum merupakan jenis rumput didapat dari R.A. Danadibrata dalam kamus bahasa Sunda-nya. Dalam penelusuran, Sauheum merujuk pada rumput palem.
Rumput palem memiliki nama ilmiah Setaria palmifolia. Rumput ini senang hidup di tempat beriklim sedang, sedikit lembap, dan tumbuh baik di tempat teduh. Daunnya berserat tegas menyerupai keluarga palem-paleman.
Boleh jadi, sesuai kebiasaan orang Sunda yang menamai wilayah dari nama tanaman, pohon, kejadian, perwujudan, bunyi, dan hal-hal lainnya yang berkaitan dengan alam, rumput-rumput Sauheum yang berada di dekat mata air disebutlah Cisauheum. Seiring waktu, pelafalannya ‘dipermudah’ menjadi ‘Cicaheum’.







