Kemeriahan Imlek di Vihara Tertua Purwakarta

Posted on

Purwakarta

Ratusan umat Konghucu di Kabupaten Purwakarta ramai mendatangi Vihara Budi Asih di Jalan Ahmad Yani, Kelurahan Nagri Tengah, Kecamatan/Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, Senin (16/2/2026) malam. Mereka datang untuk melaksanakan sembahyang pada malam perayaan Tahun Baru Imlek 2577.

Di balik kemeriahan perayaan malam Tahun Baru Imlek 2577 di Kabupaten Purwakarta, bangunan vihara yang didominasi warna merah ini ternyata merupakan satu-satunya kelenteng di Purwakarta yang telah menginjak usia 108 tahun.

Dalam perayaan malam pergantian tahun ini, warga Tionghoa berharap tahun Kuda Api membawa keberkahan dan kedamaian. Hal itu diungkapkan Tita saat melaksanakan sembahyang di dalam Vihara Budi Asih.

“Imlek kali ini semoga semakin mendapat keberkahan, penuh kedamaian, juga harapan harapan terbaik lainnya” ungkap Tita, disela-sela sembahyangnya di VIhara Budi Asih, Senin (16/02/2026).

Ketua Yayasan Budi Asih, Nelsen Rusli menjelaskan, bangunan Vihara Budi Asih merupakan warisan leluhur sekaligus kelenteng tertua di Purwakarta dengan usia mencapai 108 tahun.

“Usia Vihara Budi Asih di perayaan tahun baru Imlek kali ini telah menginjak 108 tahun” ucap Nelsen Rusli di tempat yang sama.

Nelsen menambahkan, perayaan Imlek tahun ini diharapkan membawa perubahan yang lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya, serta senantiasa diberikan kesehatan, keselamatan, kekuatan, dan kebahagiaan.

Kapolres Purwakarta AKBP I Dewa Putu Gede Anom Danujaya meninjau langsung lokasi. Sebagai pengayom masyarakat, pihaknya berkomitmen memberikan rasa aman bagi umat yang beribadah. Sebanyak 50 personel kepolisian diterjunkan untuk mengamankan suasana di area Vihara Budi Asih.

“Pihak kepolisian dari resort Purwakarta menempatkan 50 personelnya untuk menjaga selama prosesi malam tahun baru Imlek di Vihara, agar memberi rasa aman dan nyaman” kata AKBP I Dewa Putu Gede Anom Danujaya usai memantau langsung suasana perayaan malam Imlek di Vihara Budi asih.

Di bawah cahaya lampion, lilin, dan kepulan dupa, umat Konghucu di Vihara Budi Asih memanjatkan untaian doa kebaikan untuk hari ini hingga hari selanjutnya.