Bandung –
Kementerian Koperasi dan Universitas Padjadjaran (Unpad) tengah bersiap memperkuat kolaborasi strategis melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) di bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat guna pengembangan koperasi.
Kerja sama ini diproyeksikan untuk menyukseskan program nasional Koperasi Merah Putih, sekaligus menghadirkan model koperasi yang lebih relevan bagi generasi milenial dan generasi Z.
Menteri Koperasi Ferry Julianto menjelaskan, kolaborasi dengan Unpad merupakan langkah strategis untuk membangun fondasi sumber daya manusia, model bisnis, hingga pemanfaatan hasil riset akademik agar koperasi mampu berkembang secara modern dan berkelanjutan.
“Untuk mensukseskan program nasional Koperasi Merah Putih, kami bekerjasama dengan Universitas Padjajaran melakukan penyiapan pelatihan SDM, penyiapan fakultas di Unpad seperti pertanian, peternakan dan terapan untuk menyiapkan musim pascapanen, juga dilakukan pengembangan teknologi peternakan dan perikanan, juga pengembangan model bisnis koperasi merah putih,” ujar Ferry di Kampus Unpad Dipatiukur, Bandung, Kamis (5/2/2026).
Menurut Ferry, hasil riset garapan Unpad selama ini akan dioptimalkan agar tidak sekadar berhenti di ranah akademik, namun dapat langsung diterapkan dan memberi manfaat nyata bagi ekosistem koperasi.
“Kami juga akan mengoptimalkan hasil penelitian yang dilakukan Unpad untuk dikembangkan dan dijadikan kegiatan yang memiliki fungsi langsung pada koperasi,” katanya.
Ferry menyebut ribuan Koperasi Merah Putih yang tengah disiapkan di Jawa Barat bakal menjadi laboratorium nyata dari kerja sama ini. “Untuk di Jabar, dari koperasi merah putih 5.957 yang April nanti selesai dibangun dan akan operasional akan dijadikan pilot project sebagai bagian dari tindaklanjuti kerjasama ini,” ucapnya.
Lebih jauh, Ferry menekankan bahwa koperasi masa depan tidak hanya dituntut berorientasi pada keuntungan, tetapi wajib menjaga nilai gotong royong sebagai sokoguru perekonomian nasional.
“Kalau koperasi merah putih harus profit dan harus membawa nilai-nilai gotong royong dan menjadi Sokoguru perekonomian nasional,” tegas Ferry.
Transformasi citra koperasi agar lebih karib dengan anak muda menjadi salah satu fokus utama kerja sama ini. Ferry menyebut alumni serta mahasiswa Unpad akan dilibatkan secara aktif untuk mendorong perubahan tersebut.
“Untuk generasi Z dan milenial, alumni serta mahasiswa Unpad kami ingin merubah koperasi ini supaya friendly terhadap milenial dan generasi Z,” katanya.
Ia juga mengungkapkan rencana menggelar berbagai kegiatan di Jawa Barat untuk menghubungkan koperasi dengan pelaku UMKM dan jenama lokal. “Nanti kita akan bikin event di Jabar agar pelaku UMKM yang sudah dibina juga, brand lokal akan dikurasi, kita naikkan skala usahanya dan produknya bisa dijual di koperasi merah putih,” ucap Ferry.
Rektor Unpad Arief Kartasasmita memastikan kolaborasi tersebut berjalan konkret dan terukur. Ia memaparkan tiga pilar utama dalam sinergi Unpad bersama Kemenkop.
“Konkretnya ada 3, pertama riset dan pengembangannya, model yang sudah dikembangkan kami akan lakukan penguatan di sisi keilmuan, manajemen, ekonomi bisnis dan sebagainya,” jelas Arief.
“Kedua model bisnis baru untuk generasi Z dan milenial. Ketiga pelatihan untuk manajer koperasi untuk membantu mengembangkan kapasitas sumber daya manusianya,” tambahnya.
Terkait model bisnis baru, Arief menilai generasi Z dan milenial memiliki pola serta karakter berbeda, sehingga membutuhkan pendekatan yang lebih adaptif dan berbasis teknologi.
“Iya bagaimana generasi Z ini polanya berbeda, misal di pariwisata dengan menggunakan teknologi informasi untuk membuat bisnis baru di perkotaan,” ujarnya.
Ia menambahkan, pendekatan serupa juga bisa diterapkan pada sektor pertanian dan ekonomi masyarakat. Kolaborasi ini diharapkan mampu mentransformasi koperasi menjadi lembaga ekonomi modern yang menarik bagi generasi muda.
“Ini juga salah satu yang bisa dikembangkan disamping cara-cara bagaimana bisa melakukan proses pengayaan pertanian di masyarakat yang selama ini belum berkembang, bisa dikembangkan dengan model baru,” pungkas Arief.
“







