Sukabumi –
Debur ombak di kawasan Alun-alun Gadobangkong, Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, mendadak pecah oleh kegaduhan massal pada Selasa (17/2) malam. Di bawah temaram lampu dermaga, seorang pria bertato melakukan aksi nekat yang membuat jantung para pengunjung berdegup kencang. Ia melompat ke kegelapan laut demi menghindari kepungan warga.
Ketegangan itu terekam jelas dalam sebuah video yang kemudian menyebar cepat di jagat maya. Dalam potongan klip yang viral di Facebook tersebut, suara sang perekam terdengar bergetar, melaporkan situasi mencekam di tengah kerumunan yang tersulut emosi.
“Ngudag maling guys, lumpat ka laut guys Gadobangkong. Tah guys, naon maling lin, hah ngasongan bedog kanu keur ngaropi?” ucap perekam video.
Aksi pria tersebut memicu kepanikan luar biasa. Ia dilaporkan sempat mengacung-acungkan sebilah parang ke arah warga, sebuah tindakan yang seketika mengubah suasana santai di alun-alun menjadi arena pengejaran.
Menelusuri kebenaran di balik video viral tersebut, menemui Ketua RW 27 Kidang Kencana (Gadobangkong), Rizal Kifli. Pria yang akrab disapa Boteng ini membenarkan bahwa insiden dramatis itu terjadi sekitar pukul 23.00 WIB. Namun, ada fakta lain yang terungkap di balik label ‘maling’ yang sempat diteriakkan massa.
Pria misterius yang nekat menceburkan diri itu diduga kuat sedang berada di bawah pengaruh alkohol. Kondisi mabuk membuatnya kehilangan kendali hingga membawa senjata tajam ke ruang publik.
“Kejadiannya sekitar jam 11 malam. Dia itu terpengaruh minuman alkohol, bawa sajam. Sebenarnya bukan maling,” kata Boteng saat dikonfirmasi, Rabu (18/2/2026).
Boteng mengisahkan, sumbu persoalan sebenarnya bermula dari urusan sepele di sebuah warung milik kerabat sang pria. Ia dikabarkan tengah mencari seseorang yang dianggap tidak bertanggung jawab setelah menikmati kopi dan rokok tanpa membayar.
Niat hati ingin membela kerabat, pria ini justru memilih cara yang salah. Ia menenteng senjata tajam di tengah keramaian Alun-alun Gadobangkong, yang tak pelak langsung memicu alarm bahaya bagi para pengunjung lainnya.
“Ada yang ngopi sama beli rokok di warung saudaranya tapi nggak bayar. Dia cari orang itu sambil bawa sajam. Karena pengunjung ramai dan dia bawa sajam, warga akhirnya berkerumun,” jelasnya.
Situasi kian tak terkendali saat warga mulai mengepungnya. Dalam rekaman video, terdengar suara riuh warga yang menyaksikan pria itu terpojok di sela-sela beton dermaga, berusaha mencari celah untuk menyelamatkan diri dari amuk massa yang telanjur mengiranya sebagai pelaku kriminal.
Rasa takut yang memuncak membuat pria bertato itu mengambil keputusan ekstrem. Baginya, dinginnya air laut malam itu jauh lebih aman ketimbang menghadapi kemarahan warga yang sudah mengepungnya dari segala sisi.
“Dia takut amukan massa karena sudah ramai diteriaki maling, padahal bukan. Akhirnya dia loncat ke laut di bawah dermaga untuk menghindari warga,” tambah Boteng.
Pelarian di balik beton dermaga itu berakhir saat pihak kepolisian dari Polsek setempat tiba di lokasi. Petugas bergerak cepat mengevakuasi dan mengamankan pria tersebut guna meredam aksi main hakim sendiri.
Kini, pria yang sempat membuat geger Palabuhanratu itu harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di Mapolsek terdekat. “Sudah diamankan ke Polsek. Keluarganya juga sudah dipanggil ke sana,” pungkas Boteng.







