Karawang –
Di balik riuhnya deru industri di Karawang, ada ribuan sosok yang bekerja dalam senyap. Mereka adalah para guru ngaji, guru madrasah, amil, hingga marbot masjid yang setia menjaga nyala api spiritualitas dan moral masyarakat di akar rumput.
Kini, dedikasi panjang mereka mendapatkan perhatian nyata dari pemerintah daerah.
Bupati Karawang Aep Syaepuloh secara resmi mulai menyalurkan dana insentif tersebut sebagai bentuk apresiasi bagi para pengabdi umat. Tak tanggung-tanggung, anggaran sebesar Rp25,6 miliar telah disiapkan untuk menyentuh kehidupan 19.091 penerima yang tersebar di 30 kecamatan.
“Saya sudah turun langsung di setiap acara tarawih keliling memastikan bahwa hak para pejuang keagamaan ini sampai ke tangan yang tepat. Program ini bukan sekadar bantuan finansial, melainkan simbol penghormatan atas peran vital mereka dalam membimbing karakter bangsa,” kata Aep, kepada, Jumat (13/3/2026).
Saat ini, denyut pencairan bantuan sudah mulai terasa di sepuluh kecamatan awal, meliputi Kecamatan Jatisari, Cikampek, Kotabaru, Tirtamulya, Purwasari, Banyusari, Cilamaya Kulon, Cilamaya Wetan, Lemahabang, hingga Tempuran.
“Alhamdulillah, pembagian bantuan insentif untuk guru ngaji, guru MI, guru MTs, guru DTA, amil dan marbot juga sedang berlangsung pencairannya di 30 kecamatan,” kata dia.
Proses distribusi ini, kata Aep, dilakukan secara maraton dan bertahap. Pemerintah daerah telah menyusun jadwal ketat agar seluruh pengabdi umat di kecamatan lainnya dapat menerima manfaat ini, dengan target penyelesaian menyeluruh paling lambat pada Selasa, 17 Maret 2026.
“Langkah ini diambil karena kami menyadari bahwa guru ngaji hingga marbot adalah pilar harmonisasi sosial. Mereka adalah kompas moral yang membimbing masyarakat di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks,” ucap Aep.
“Ini merupakan wujud cinta dan apresiasi kami dari Pemerintah Kabupaten Karawang atas dedikasi para guru ngaji, amil, marbot, dan para pengabdi umat yang selama ini membimbing serta mendidik masyarakat,” lanjutnya.
Melalui insentif ini, Aep berharap agar beban ekonomi para pengabdi menjadi sedikit lebih ringan. Lebih dari itu, bantuan ini diharapkan menjadi suntikan semangat bagi mereka untuk tetap ikhlas menebar kebaikan di lingkungan masing-masing.
“Bismillah, semoga bantuan ini membawa keberkahan dan semakin menambah semangat para pengabdi umat dalam menjalankan tugasnya di tengah masyarakat,” pungkasnya.







