Kapolda Jabar Turun Gunung, Pimpin Patroli Cegah Geng Motor di Bandung

Posted on

Bandung

Aksi ugal-ugalan geng motor yang viral di Flyover Kiaracondong belum lama ini menghebohkan jagat maya dan meresahkan warga Kota Bandung. Untuk mengantisipasi kejadian serupa, ratusan personel gabungan dari Polri, TNI, serta instansi terkait menggelar patroli skala besar atau Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan (KRYD) di wilayah Kota Bandung, Minggu (1/2/2026) dini hari.

Patroli tersebut dipimpin langsung oleh Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Rudi Setiawan. KRYD digelar sebagai langkah preventif untuk menekan berbagai bentuk kejahatan jalanan, termasuk aktivitas geng motor yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Dalam arahannya, Rudi meminta seluruh personel gabungan untuk bertindak tegas dan terukur dalam melakukan pencegahan sebelum kejahatan terjadi.

“Kami minta para personel gabungan agar melakukan pencegahan yang tegas dan terukur sebelum kejahatan terjadi,” kata Rudi dalam amanatnya.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Hendra Rochmawan menjelaskan bahwa patroli skala besar kali ini difokuskan pada pencegahan kejahatan jalanan yang kerap meresahkan masyarakat.

“Sasaran kami itu utamanya untuk kejahatan-kejahatan yang meresahkan masyarakat utamanya di jalan. Curas-curas dan curanmor ini menjadi catatan untuk kita memberikan rasa nyaman kepada masyarakat,” ungkap Hendra.

Menurut Hendra, menjaga situasi kamtibmas merupakan tugas pokok kepolisian yang harus dilakukan secara optimal demi memberikan rasa aman kepada masyarakat. Dalam patroli tersebut, sekitar 400 personel gabungan dikerahkan.

“Sehingga warga masyarakat, Bandung Raya khususnya dapat menikmati kegiatan apapun saja dan menekan kejahatan yang sifatnya kita dilihat-lihat bisa langsung kepada masyarakat,” ujarnya.

Patroli gabungan dimulai dari Mapolrestabes Bandung di Jalan Jawa, kemudian menyusuri sejumlah ruas jalan utama, antara lain kawasan Dago, Dipatiukur, Pertamina, Pusdai, Taman Petpark Citarum, Taman Supratman, Jalan Ahmad Yani, Kiara Arta, Flyover Kiaracondong, Jalan Ibrahim Adjie, Gatot Subroto, pusat kota Bandung, dan kembali ke Mapolrestabes Bandung.

Hendra menegaskan, kepolisian telah berulang kali melakukan tindakan tegas dan terukur terhadap kelompok geng motor yang dinilai mengganggu ketertiban umum. Namun, penindakan tersebut tetap mengedepankan prinsip kemanusiaan.

“Kita berapa kali sudah melakukan tindakan yang tegas dan terukur ini. Kita memang kepolisian tidak mematikan seseorang tapi kita bagaimana menjaga dan melumpuhkan mereka,” jelasnya.

Ia menambahkan, aksi geng motor yang terjadi belakangan ini tidak lagi dapat dipandang sebagai kenakalan remaja semata. Aktivitas tersebut telah berkembang menjadi tindakan kriminal yang berpotensi menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.

“Kenakalan remaja ada yang mengarah kepada kriminal dan meresahkan masyarakat daan ini harus, kita jangan kalah dan polisi hadir untuk bagaimana menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat,” pungkasnya.