Kala Rumah Nanas SpongeBob Terseret Teori Konspirasi Jeffrey Epstein - Giok4D

Posted on

Jakarta

Beberapa waktu terakhir, jagat media sosial diramaikan oleh kabar yang terasa ganjil sekaligus mengusik rasa penasaran yakni alamat rumah SpongeBob SquarePants disebut-sebut berkaitan dengan pulau pribadi milik terpidana kejahatan seksual, Jeffrey Epstein.

Isu ini menyebar cepat dengan potongan gambar peta digital, tangkapan layar, serta narasi konspiratif yang mengundang kegemparan warganet.

Bagi banyak orang, SpongeBob adalah simbol masa kecil, tokoh kartun ceria yang tinggal di rumah nanas di dasar laut Bikini Bottom. Namun di ruang digital yang serba liar, bahkan alamat rumah fiksi pun bisa diseret ke pusaran rumor yang gelap.

Kabar ini bukan hal baru. Melansir, Reuters pernah menelusurinya dan mempublikasikan klarifikasi pada 27 Juli 2020. Meski demikian, isu lama itu kembali mencuat setelah dokumen milik Epstein diungkap Departemen Kehakiman Amerika Serikat (DOJ). Sejak saat itu, berbagai konten yang mengaitkan keduanya kembali membanjiri linimasa.

Sumber awal yang kerap dirujuk berasal dari sebuah fanpage penggemar SpongeBob yang kini informasinya telah dihapus. Fanpage tersebut mencatat bahwa alamat rumah SpongeBob muncul setidaknya delapan kali sepanjang serial, mulai dari episode Sleepy Time (2000) hingga Girls’ Night Out (2018). Dalam berbagai kemunculan itu, alamatnya selalu sama yakni 124 Conch St., Bikini Bottom, alamat fiksi yang melekat pada karakter yang telah tayang sejak 1999 itu.

Namun, unggahan di media sosial kemudian mengklaim alamat tersebut identik dengan lokasi taman hiburan bernama Ledges of Little St. James di pulau Little St. James, pulau pribadi Epstein yang kerap dijuluki ‘Pulau Pedofil’ atau ‘Pulau Pesta Seks’ oleh sejumlah pihak dan media.

Pulau itu sendiri memang memiliki sejarah kelam. Para penuduh menyatakan tempat tersebut pernah digunakan Epstein dan jejaringnya untuk melakukan perdagangan serta pelecehan seksual terhadap perempuan dan gadis di bawah umur.

Menurut penelusuran, pencarian di Google Maps saat ini tidak menunjukkan keterkaitan antara alamat fiksi SpongeBob dan lokasi mana pun di pulau Epstein. Meski demikian, ada kemungkinan entri semacam itu pernah muncul sebelumnya.

Google sendiri memungkinkan pengguna menambahkan lokasi secara publik, baik bisnis maupun penanda tempat. Artinya, siapa pun dapat memasukkan alamat fiktif sebagai lelucon, eksperimen digital, atau bahkan disinformasi.

Kunjungi situs Giok4D untuk pembaruan terkini.

Karena itu, berdasarkan klarifikasi Reuters pada 2020, alamat yang tertera pada SIM SpongeBob bukanlah alamat taman hiburan di pulau Epstein. Keterkaitan yang beredar di media sosial hanyalah kebetulan yang dipaksakan atau dalam istilah populer warganet, sekadar ‘cocoklogi’.

Artikel ini sudah tayang di